oleh

Perusahaan Multinasional Nestle Berencana Bangun Pabrik di Batang

-News-2,762 views

SEMARANG – Jawa Tengah menjadi lokasi incaran bagi para investor. Satu di antaranya perusahaan multinasional Nestle, yang berencana membangun pabrik di Batang.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar. Ia menyebut, Jateng memiliki lokasi strategis untuk mengembangkan perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman itu.

“We decided to place our new strategic investment, to build our new 20 ha factory in Batang, Central Java (Kami memutuskan untuk menempatkan strategi baru investasi kami, dengan membuat pabrik di lahan 20 hektare di Batang, Jawa Tengah),” ujar Ganesan, di sela acara temu investor Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021, di Hotel Tentrem, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga  Polda Aceh Raih Dua Penghargaan Aceh TREFA Award 2024

Menurutnya, pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakannya menempatkan Jateng sebagai lokasi investasi unggulan. Selain itu, Pemprov Jateng pun dinilai berkomitmen sebagai daerah yang proinvestasi.

General Manager KHS PT Shoenary Javanesia Chang Lee menyebut, beberapa kemudahan didapat saat berinvestasi di Jateng. Di antaranya dengan pemrosesan izin yang dilakukan secara online.

“Ini bisa menghemat waktu dan lebih nyaman. Terutama di tengah badai Pandemi Covid-19,” ujarnya, dilansir jatengprov.go.id.

Sementara itu Direktur PT Gachi Jaya Hwan Chae menyebut, faktor sumberdaya manusia di Jateng yang menarik perhatiannya berinvestasi. Selain itu, faktor upah yang kompetitif juga menjadi pertimbangan.

Baca Juga  Provinsi Jambi Raih Opini WTP dari BPK RI

“Tersedia banyak pekerja yang mudah untuk di training, rajin, bekerja rapih dan kooperatif. Terlebih lagi fasilitas ekspor-impor, konektivitas darat dan laut, serta jalan tol yang menghubungkan Jateng dengan Jakarta dan Surabaya,” urainya.

Hal tersebut diamini oleh Direktur Pengembangan Promosi, Kedeputian Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ricky Kusmayadi. Menurutnya, lokasi, gaji dan sumberdaya manusia, menjadi daya tarik bagi para investor.

Ia menyebut, Kawasan Industri Batang merupakan suatu kelebihan yang dipunyai oleh Jateng. Selain Nestle, akan ada tiga perusahaan dari Taiwan yang menyatakan kepeminatan berinvestasi di Jawa Tengah.

Baca Juga  Banda Aceh dan Aceh Besar Kembali Menjadi Zona Merah Covid-19

“Dari Taiwan itu ada tiga perusahaan yang akan melakukan survei. Kita belum bisa sebut perusahaannya, tapi poinnya adalah kita terus memfasilitasi ini di seluruh daerah di Indonesia,” ungkap Ricky.

Dikatakan, untuk mengawal investasi di Jateng, Badan Koordinasi Penanaman Modal bersama Pemprov Jateng melakukan pengawalan. Baik saat menyatakan kepeminatan, hingga pengurusan izin.

“Kemudahan berusaha kita fasilitasi end to end, dari awal kepeminatan, kawal perizinan, sampai financial closing kita fasilitasi,” pungkas Ricky. (*/’cr1)

Komentar

News Feed