Jakarta – Pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia memang menghambat segala sendi kehidupan. Terlebih, ada aturan pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat yang membuat sebagian masyarakat harus rela menghabiskan waktunya di rumah.
Salah satu sektor yang terkendala akibat pandemi ini adalah pendidikan. Di Indonesia, seluruh tingkat pendidikan harus rela menjalani kegiatan belajar mengajarnya dari rumah dan menggelar pendidikan jarak jauh.
Di sini, ibu punya peran penting untuk menggugah kesadaran anak untuk belajar jarak jauh agar anaknya tetap memperoleh pendidikan seperti masa sebelum pandemi.
Tak hanya dituntut untuk mengasuh dan mengawasi anaknya, ibu pada era pandemi juga dituntut untuk menjadi guru bagi anaknya agar tidak ketinggalan mata pelajaran, meski sang ibu juga sebenarnya punya pekerjaan. Seperti yang dialami oleh ibu muda bernama Widiastuti yang berprofesi sebagai guru di SMA 2 Tangerang. Ia ibu dari anak usia 4 tahun.
Rela
Widi, sebagai ibu muda harus rela menjadi guru bagi putranya bernama Al Ghazali Makarim yang baru masuk TK tahun ini. Dalam kesehariannya, dia berperan sebagai guru dan juga wali kelas bagi puluhan siswa SMA tempatnya mengajar, dari pagi hingga siang hari. Kemudian, dia menjadi guru bagi putranya kala sore hari dengan tumpukan tugas dari TK tempat anaknya menimba ilmu.
“Ya mau bagaimana lagi mas, anak saya kan juga tetap harus belajar meski belajarnya dari rumah karena masa pandemi ini. TK tempat belajar anak saya masih mewajibkan sekolah daring. Jadi selain aktivitas saya sebagai guru di SMA, saya juga harus bisa menjadi guru bagi anak saya yang belajar daring yang tugasnya dari TK-nya setiap hari banyak,” ungkap Widi.
Widi merasa pendidikan anak merupakan hal yang mendasar baginya dan keluarga. Sehingga, untuk urusan pendidikan, dia rela menjadi guru dadakan bagi putra semata wayangnya. Padahal, sebenarnya aktivitas sebagai seorang pengajar SMA sudah dijalankannya.
“Saya harus bisa memastikan bahwa anak saya juga harus mendapatkan pendidikan seperti dirinya masuk ke sekolah. Meski sebenarnya melelahkan, ini harus dijalani demi pendidikan tetap berjalan dan anak saya tetap mendapatkan pengajaran dari sekolahnya,” tambahnya dilansir beritasatu.com.
Bagi Widi, arti sebuah makna kepahlawanan seorang ibu dalam mengasuh dan memberikan pengajaran bagi anaknya pada masa pandemi ini tentu sangat berarti. Pahlawan baginya adalah bagaimana dia bisa menjadi ibu yang lengkap, tak hanya buat murid-muridnya di sekolah, tetapi juga menjadi pahlawan bagi anaknya yang kini bersekolah.
“Buat saya, pahlawan adalah bagaimana kita bisa menjadi sosok yang berjasa bagi sebagian orang, tetapi juga bagi keluarga dan kelanjutan hidup saya bersama keluarga, terlebih kepada anak saya agar dia menjadi manusia yang berbakti di masa depan bagi keluarga, agama, dan bangsanya,” tandasnya. (*/cr2)











Komentar