oleh

Pasangan Tuna Netra Segera Dapat Rumah Layak

harianrakyataceh.com – Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi menyatakan segera membantu tempat tinggal yang layak bagi pasang suami istri tuna netra di Gampong Mulieng, Kecamatan Meureudu.

Pernyataan bantuan tempat tinggal bagi pasang tuna netra tersebut disampaika. Wabup Pidie Jaya kala mengunjungi dan melihat langsung kondisi sebenarnya tempat tinggal yang ditempati Razali dan istrinya Nurhayati berserta empat orang anak, Rabu (18/11) sore kemarin.

Kunjungan tersebut dilakukan Said Mulyadi menindak lanjuti laporan warga bahwa ada pasangan tuna netra yang perlu sentuhan pemerintah. Wakil bupati datang bersama Dandim 0102 Pidie-Pidie Jaya, Letkol. ARH. Tengku Sony Sonata dan Kapolsek Meureudu, Ipda M.Yunus.

Baca Juga  Reaktivasi Pariwisata Indonesia Bergema pada B-Travel Barcelona 2021

” Bersama Pak Dandim, akan kami segerakan bantuan rumah bagi keluarga tuna netra ini,” kata Said Mulyadi.

Untuk diketahui, pasangan tuna netra serta anak-anaknya yang keseharian berprofesi sebagai tukang pijat baru tinggal di gampong Mulieng di rumah yang kondisinya memprihatikan itu baru satu tahun lima bulan.

Sebelumnya keluarga tersebut tinggal di Kecamatana Geulumpang Tiga, Pidie. Dan baru memperoleh Kartu Keluarga (KK) Gampong Mulieng, bulan lalu. Rumah yang ditempati itu merupakan rumah warisan orang tuanya.

Baca Juga  Antusias Lansia di Payung Sekaki Tinggi Ikut Disuntik Vaksin

Namun, karena atas laporan warga serta jiwa sosial yang sudah terpatrit kuat dalam keseharian Wabup Pidie Jaya tersebut, bantuan tempat tinggal yang layak tetap disahuti bagi keluarga berkebutuhan khusus tersebut.

” Terhadap anak-anak pasangan suami istri yang putus sekolah juga akan diupayakan untuk bersekolah kembali. Begitupun bagi anak-anaknya yang lain, juga diupayakan jangan sampai putus sekolah,” imbuh Waled.

Sementara Keuchik Gampong Mulieng M. Yusuf Usman, menyebutkab bahwa, pihak gampong sebenarnya sudah memprogramkan bantuan rumah yang bersumber dana desa untuk keluarga tersebut. Namun, karen Pandemi Covid-19 yang anggaran dana desa banyak tersedot untuk BLT, maka bantuan rumah tersebut tak dapat dilanjuta tahun ini.

Baca Juga  Sekda Kembali Serahkan SK Kenaikan Pangkat dan SK Pensiun ke ASN Aceh

” Jika tidak ada Covid-19, dari dana desa untuk beliau sudah kita programkan bantuan rumah. Tapi karena anggaran desa hampir seluruhnya untuk BLT, bantuan rumah ditiadakan. Kami berterima kasih kepada Wakil Bupati dan Dandim yang sudah bersedia membantu warga kami,” ungkap Yusuf Usman. (san).

Komentar

News Feed