JAKARTA – Sebanyak empat nelayan asal Aceh dari 19 orang yang ditangkap oleh otoritas kelautan Thailand di perairan Thailand pada 28 Januari 2022 lalu, dipulangkan ke Indonesia.
Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, menyambut kedatangan empat nelayan asal Aceh Timur, yaitu Dofandi (42), Azhari (22), Dahlul (24) warga Seuneubok Baroh, kecamatan Darul Aman, dan Sariwaldi (33) asal Tanjung Mulia, Kecamatan Nurussalam, saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (27/7/2022) pagi.
Kepala BPPA Akkar Arafat mengatakan, keempat nelayan Aceh tersebut tidak bisa langsung dipulangkan ke Tanah Rencong, karena harus dikaratina terlebih dahulu di Wisma Atlet Kemayoran.
“Mereka akan menjalani karantina selama 5 hari sesuai peraturan. Apabila nanti hasil tes menyatakan keempat nelayan ini negatif Covid-19 dan sehat, maka akan segera kita pulangkan ke daerah masing-masing,” kata Akkar.
Akkar menambahkan, selama berada di Jakarta, Pemerintah Aceh melalui BPPA akan terus memantau kondisi kesehatan keempat nelayan tersebut.
“Sesuai dengan yang diamanahkan pimpinan kita, Bapak Achmad Marzuki selaku Pj Gubernur Aceh, BPPA akan terus memantau kondisi saudara-saudara kita ini. Jadi kalau membutuhkan bantuan sesuatu, bisa langsung menghubungi BPPA,” ujar Akkar.
Sebagaimana diketahui, keempat nelayan bersama 14 nelayan Aceh lainnya, merupakan awak Kapal Motor (KM) Sinar Makmur 05 dengan 14 Anak Buah Kapal (ABK) dan KM Bahagia 05 dengan lima ABK.
“Para nelayan kita ini ditangkap aparat keamanan Thailand, di wilayah perairan Thailand, pada 28 Januari 2022, karena sudah melewati batas wilayah negara,” ungkap Akkar.
Kepala BPPA menambahkan, pada 26 Mei 2022 lalu, dua nelayan di bawah umur yang merupakan bagian dari 19 nelayan Aceh yang ditangkap di perairan Thailand, yaitu Mujiburrahman (17) dan Muhammad Nazar (13) telah lebih dulu dipulangkan.
“Pihak keamanan Thailand telah dipulangkan karena Mujiburrahman dan Nazar masih usia anak dan berperilaku baik selama ditahan,” imbuh Akkar.
Mewakili Pemerintah dan masyarakat Aceh, Akkar menyampaikan apresiasi kepada KRI Songkhla, Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat perlindungan WNI dan BHI, serta unsur lainnya yang telah membantu mengurus pemulangan para nelayan. [Acehonline.co]






