oleh

Petanque Cabor PORA Tetap Harap PON Papua

Kegiatan pertandingan Kejurnas petanque antar perguruan tinggi di Banda Aceh pada 2018. Foto : Sudirman Mansyur

Laporan : Sudirman Mansyur -Banda Aceh. 

Cabang olahraga ‘lempar bola besi’ petanque (petang) untuk pertama kali dalam sejarah sebagai kontestan yang akan menyemarakan pesta olahraga empat tahunan di Aceh, PORA XIV/2022 di Pidie.

Para atlet petanque Aceh terus serius berlatih dan tetap berharap olahraga ini  dipertandingkan di PON XX/2021 Papua.

Petanque salah satu dari 36 cabang olahraga yang ditetapkan dan disahkan dalam rapat anggota tahunan (RAT) KONI Aceh yang dilaksanakan secara virtual 15 Desember 2020, sebagai cabang yang dipertandingkan di PORA Pidie.

Pekan Olahraga Aceh (PORA) nantinya diperkirakan bakal menjadi gelanggang kian mempopuler cabang olahraga asal Perancis tersebut di Provinsi Aceh.

“Sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di PORA, petanque akan makin berkembang dan memasyarakat di Aceh,” ujar Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Petanque Indonesia (Pengprov FOPI) Aceh, Drs Abdurrahman M.Kes kepada pos-aceh.com baru-baru ini.

Kecuali itu, Abdurrahman menyebutkan, ajang multi event olahraga empat tahunan Aceh tersebut bertujuan menemukan talenta-talenta baru dan pembinaan atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah dan negara.

Baca Juga  Venue PORA XIV/2022 Standar International Bisa untuk PON dan Olimpiade

Mengukur prestasi para atlet yang telah menjalani pembinaan di semua kabupaten/kota di Aceh.

Meski tergolong baru, Kiprah Pengprov FOPI Aceh yang terbentuk bersamaan hadirnya olahraga semua usia ini, lima tahun lalu (2015) di Aceh, justru perkembangannya sangat pesat dan telah mengukir banyak prestasi cemerlang di tingkat nasional maupun international.

Prestasi Cemerlang Nasional dan Internasional 

Nama-nama seperti Rani Amelia, Novi Lidya Isdarianti, Agus Maulizar, Maskur, Ali Aruansyah dan Ilyas telah menggapai prestasi sebagai juara di berbagai kejuaraan nasional dan international

Rani Amelia dan Maskur memperkuat Tim Indonesia di SEA Games XXX/2019 Manila, yang sebelumnya sempat mengikuti try-out (uji coba) di Perancis. Rani pun sebelum tampil di pesta olahraga Asia Tenggara, peringkat 9 Shooting Woman kejuaraan dunia di Cambodia, 18 – 24 November 2019.

Pada Pra PON 2019, Aceh meraih tiga medali emas yang dipersembahkan Rani Amelia (single women), Novi Lidya Isdarianti dan Rani Amelia (double women), Novi Lidya Isdarianti, Rani Amelia, dan Agus Maulizar (triple mix women).

“Alhamdulillah kita juara umum, meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu,” sebutnya saat itu.

Baca Juga  Unggul 12 Poin Manchester City di Puncak Klasemen Liga Inggris

Teranyar, kejuaraan dunia atau World Petanque Offline Cup (WPOC) yang digelar di Iran, 3 – 9 Agustus 2020, dua atlet Tanah Rencong, Agus Maulizar dan Novi Lidya Isdarianti tampil sebagai juara.

Meski kabarnya, petanque salah satu dari 10 cabang yang tidak jadi dipertandingkan di PON Papua, tidak menyurutkan semangat atlet-atlet Aceh tersebut, Novi Lidya Isdarianti dan kawan-kawan kian giat serta serius berlatih pagi, sore dan malam di ‘base camp’ latihan di halaman FKIP Unsyiah,  justru di tengah ancaman badai virus corona desease 2019 (Covid-19) di masa ini.

Sebagai suatu cabang andalan meraih medali emas, Aceh masih tetap berharap petanque dapat dipertandingkan pada PON XX/2021 Papua yang masih menyisakan waktu sekitar 10 bulan lagi.

Kian Berkembang 

Kecuali itu, perkembangan petanque juga cukup pesat, bahkan pada 2017 digelar kejuaraan provinsi (Kejurprov) pertama dan kejuaraan nasional (Kejurnas) antar perguruan tinggi di Banda Aceh, September 2018.

“Saat ini sudah ada 21 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) di Aceh, hanya Aceh Timur dan Aceh Tenggara yang sedang dalam proses pembentukan pengurus. Penyebaran pembinaan atlet yunior dan senior juga sudah merata di semua Pengkab/Pengkot tersebut,” ujar Abdurrahman.

Baca Juga  Presiden PSG: Mbappe Tidak Akan Pergi Dengan Gratis

Semua data dan fakta tersebut, membuat cabang olahraga petangue begitu mulus menjalani verifikasi Tim Penjaringan, Penyaringan Cabang Olahraga XV PORA Pidie, KONI Aceh yang diketuai Teuku Rayuan Sukma, 9 – 11 Desember 2020. Cabang ini pun memenuhi syarat layak dipertandingkan di PORA.

Siap Gelar Pra PORA

Pengprov FOPI Aceh pun sudah merancang nomor yang akan dipertandingkan di PORA Pidie. “Kita rencanakan ada 11 – 13 nomor yang dipertandingkan,” sebutnya.

Nomor-nomor yang dipertandingkan di PORA yang dirancang tersebut juga untuk persiapan menghadapi PON XXI /2024 Aceh – Sumatera.

Untuk bisa bertanding di PORA, para atlet Petanque di Aceh harus mengikuti prakualifikasi PORA (Pra PORA). “Kita siap menggelar Pra PORA di Banda Aceh direncanakan Mei 2021,” ujar Abdurrahman.

Ia merencanakan ada 11 hingga 13 nomor kategori putra-putri pada prakualifikasi sesuai yang telah dirancang untuk dipertandingkan di PORA Pidie.

Berikut nomor kategori putra-putri yang dipertandingkan di Pra PORA yaitu shooting, single, double, triple, beregu

Nomor campuran yaitu double mix (1 putra + 1 putri), triple mix Man (2 putra + 1 putri), triple mix women (1 putra + 2 Putri).

Komentar

News Feed