oleh

Diduga Terlambat Penanganan, Bayi di Aceh Singkil Meninggal Dalam Kandungan

ACEH SINGKIL – Diduga karena terlambat ditangani saat akan melahirkan, seorang ibu hamil di Aceh Singkil tidak dapat melahirkan buah hatinya karena telah meninggal dunia di dalam kandungan.

Warga Kampung Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Aceh Singkil, Musdar Kenti (40), yang merupakan suami korban ketika dimintai keterangan via telepon, Rabu (16/12/2020), kepada acehonline.co mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Selasa malam (15/12) kemarin. Dia mengaku istrinya terlambat ditangani karena minimnya ambulans laut yakni speed boat Puskesmas Kecamatan Pulau Banyak saat akan merujuk istrinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil.

“Karena istri saya tidak dapat ditangani di Puskesmas, istri saya dirujuk ke RSUD Aceh Singkil. Mungkin akibat perjalanan begitu jauh, setibanya di RSUD, bayi saya ternyata sudah meninggal dalam kandungan menurut keterangan dari pihak dokter,” ujar Kenti.

Baca Juga  Mengapa Aceh Provinsi Termiskin di Sumatera?

Akibat kejadian itu, Kenti berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk dapat menyediakan speed boat yang dapat stanby ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Hal itu karena diduga, speed boat yang diperuntukan puskesmas setempat untuk ambulans laut diduga digunakan untuk kepentingan lain yakni memancing, sehingga terlambat dalam melayani pasien rujukan.

“Saya sudah dua kali mengalami kejadian seperti ini. Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, agar fasilitas ambulans laut di Puskesmas harus siap 1×24 jam. Supaya jangan ada lagi musibah seperti yang saya alami dan menimpa warga yang lain. Memang maut ada tuhan yang menentukan,” ungkap Kenti Musdar

Baca Juga  1.352 Kasus Aktif dalam Perawatan dan Empat Pasien Covid-19 dinyatakan Sembuh

Sementara itu Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan sudah mendapat kabar dan langsung menelepon Kepala Puskesmas (Kapus) dan Camat Pulau Banyak terkait persoalan tersebut.

Dari penjelasan kepala puskesmas, Bupati Aceh Singkil menjelaskan, puskesmas terkait sebelumnya telah menyediakan ambulans luat sebanyak dua unit.

“Yang besar kerana tidak sanggup biaya operasionalnya terlalu besar sebab dua mesin, maka mesinnya terpaksa dicabut dan ditarik ke dinas, sehingga yang besar tidak dapat beroperasional. Kapus juga menyampaikan, yang mini masyarakat tidak mau, dan disarankan untuk mencari speed boad yang besar, pembayarannya nanti diklaim dengan BPJS,” terang Dulmusrid

Terkait dugaan speed boat digunakan untuk kepentingan lain, Dulmusrid juga menyampaikan kepada Kapus dan Camat melalui telepon akan mengecek kebenarannya.

Baca Juga  Pengelola Replanting Kebun Kelapa Sawit Katakan Pihaknya Telah Beri Sertifikat Kepada Desa untuk Dibagikan Kepada Masyarakat

“Saya menyampaikan kepada Kapus berhubung saya ada acara ke pulau, saya menyuruh Kapus agar membawakan keduanya speed boat tersebut untuk dicek kebenarannya. Kalau memang dibawa mancing dan happy-happy, supaya jangan terulang lagi dan akan saya suruh Camat dan Kapolsek memantaunya,” Tegas Dulmusrid.

Selain itu terkait musibah yang menimpa warga Pulau Banyak, Dulmusrid menyampaikan dirinya turut berduka cita kepada keluarga korban yang ditimpa musibah.

“Saya sebagai pimpinan daerah turut berduka cita dengan mengucapkan innalillahi wa innailaihi rajiun, setiap yang bernyawa pasti menghadapi kematian. Dengan ujian ini kami berharap memperbanyak sabar, kita tentu sangat prihatin,” imbuh Dulmusrid. [Acehonline.co]

Komentar

News Feed