oleh

Pemkot Tangerang Resmikan Satgas Covid-19 Tingkat Kelas

-Headline, News-158 views

Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan akhirnya meresmikan Satgas Covid-19 tingkat kelas yang berasal dari siswa untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini menjawab keresahan siswa, orangtua, dan pemerintah daerah Kota Tangerang yang khawatir akan adanya penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan PTM terbatas, di mana hingga kini sudah ada 25 siswa, 1 guru dan 1 pegawai staf tata usaha yang terpapar selama pelaksanaan PTM terbatas di Kota Tangerang.

“Pembentukan Satgas Covid-19 di setiap kelas menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan dalam berjalannya proses pembelajaran tatap muka secara terbatas. Di mana nantinya Satgas Covid-19 kelas ini diharapkan dapat dibentuk bukan hanya di level SMP, namun juga bisa diimplementasikan di tingkat SD, SMA dan juga perguruan tinggi,” ungkap Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat meresmikan satgas Covid-19 secara virtual yang diselenggarakan di SMP Negeri 13 Kota Tangerang, Jumat (1/10/2021) yang juga dihadiri oleh Dirjen PAUD Disdasmen, Kemendikbud, Jumeri.

Dengan pembentukan Satgas Covid-19 tingkat kelas ini ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin, nantinya Satgas ini akan langsung melapor ke guru atau satgas Covid-19 di sekolahnya agar segera mendapat penanganan lanjutan.

“Nantinya satu kelas ada tiga satgas Covid-19. Tugasnya, me-monitoring para teman-temannya dalam kepatuhan menggunakan masker. Memastikan cuci tangan yang rutin, tidak berkerumun dan tidak bareng-bareng saat makan,” tegas Jamal.

Baca Juga  BMKG Memprakirakan Hujan Lebat Disertai petir dan angin kencang Di Aceh

Dinas Pendidikan juga akan kembali mengevaluasi penutupan sekolah yang siswanya ada yang terpapar Covid-19. Dari data sebelumnya, 15 sekolah harus ditutup akibat adanya siswa dan guru yang terpapar Covid-19.

“Terkait arahan Dirjen, ke depan kita akan perhitungkan dan bentuk skemanya. Mungkin penutupan akan dilakukan satu kelas saja. Pastinya, screening akan terus Dinkes lakukan di sekolah-sekolah lainnya, selama PTM terbatas berlangsung di era pandemi Covid-19. Dan saat ini kita masih tutup sementara sekolah yang kemarin dirilis ada siswa atau gurunya yang terpapar Covid-19,” tandasnya. (*/cr2)

Baca Juga  Pembagian Oksigen Gratis Bagi Warga Kota Surakarta

Sumber: beritasatu.com

Komentar

News Feed