oleh

Pakar Sebut Gampong Demokrasi Jadi Alternatif Cegah Money Politic

-Headline-191 views

Maraknya kasus suap menyuap yang kerap terjadi jelang pemilu, pada saat acaeh Focus Group Discussion (FGD) oleh LPPM Unsyiah di Aceh Singkil, sejumlah pakar sebut Gampong Demokrasi jadi alternatif untuk mencegah adanya praktik money politic (politik uang) di daerah tersebut.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu  Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Syiah Kuala (USK) Effendi Hasan menyebutkan, praktik money politic harus dihilangkan di masyarakat. Meskipun hal tersebut bukan perkara yang mudah.

“Sebab demokrasi saat ini sudah ideal dari pada masa sebelumnya. Gampong Demokrasi adalah upaya yang hari ini masih diperlukan untuk mencegah praktik money politic,” kata Effendi dalam keterangan tertulisnya kepada AJNN, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga  Nazar Makin Berpeluang Mendampingi Nova Iriansyah

Menurutnya, untuk menghilangkan praktik tersebut, partai politik juga berperan besar untuk mengkampanyekan bahaya money politik. Pasalnya saat ini, partai politik masih terkesan sebagai abai. Sejumlah partai politik masih secara instan mencalonkan perwakilan tanpa berdasarkan figur yang mempuni.

“Bahkan tidak ada kaderisasi hanya karena figur tersebut memiliki dana yang besar,” ucapnya.

Baca Juga  Zona Oranye Bukan Berarti Aceh Bebas dari Ancaman.

Hal serupa juga disampaikan Ketua KIP Aceh Singkil, Edi Sugianto. Ia mengatakan, di kalangan masyarakat Aceh Singkil, praktik money politic itu masih kerap terjadi.

Lanjutnya, menurut pengakuan masyarakat, pola money politic yang terjadi sangat beragam. Ada yang menerima uang langsung dari times calon, adapula masyarakat yang diundang datang ke rumah calon untuk diberi uang.

“Ada yang mengaku menerima uang karena ekonomi lemah, menerima uang saat pemilu karena sudah menjadi tradisi. Bahkan adapula masyarakat yang mengatakan bahwa hanya hari pemilu ada kesempatan mendapatkan uang dari pejabat,” terangnya.

Baca Juga  Habib Alfitrah Balita Asal Dusun Jingga Alami Bocor Jantung, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Masih, kata Edi, maraknya korupsi akhir-akhir ini adalah dampak tersendiri dari adanya money politic. Betapa tidak, seorang yang sudah terpilih mengisi jabatan publik atas adanya pemilihan tentu berfikir bagaimana mengembalikan uang yang dikeluarkan ketika pemilihan.

“Pada akhirnya juga, kesempatan terbuka figur yang baik akan terhalangi oleh mereka yang berfikir instan dengan uang untuk mencalonkan diri,” imbuhnya. (*/cr4)

 

Sumber: ajnn.net

Komentar

News Feed