oleh

Human Resources Songsong Disrupsi Teknologi

-Headline, News-199 views

Di tengah pandemi Covid-19 dan disrupsi teknologi, peran divisi human resources (HR) atau sumber daya manusia (SDM) menjadi tumpuan menyiapkan organisasi. HR tidak hanya bertugas menjaga kesehatan karyawan, tetapi meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja karyawan. Hal itu menjadi tanggung jawab baru organisasi atau divisi HR. Sebab, banyak perusahaan, divisi HR-nya diberi tugas mengelola pengembangan organisasi (organizational development) dan penerapan budaya perusahaan (corporate culture).

Pakar senior bidang HR Josef Bataona menyebut, kondisi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga peran HR menjadi begitu penting di atas pentas bisnis. “Pertanyaannya, apakah kesempatan ini bisa dimanfaatkan? Ke depan, organisasi HR dan personelnya dituntut untuk bisa agile dan adaptif,” kata Josef dalam webinar & awarding ‘Indonesia HR Trends and Future Readiness Amidst Pandemic Challenges’ dikutip dalam keterangan tertulisnya Rabu (29/9/2021).

Menurut Josef, perubahan cepat itu tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga dengan paradigma baru, perubahan mindset, dan perilaku seputar hal itu.

Praktisi senior lainnya di bidang HR Priyantono Rudito, berpendapat, dalam konteks future readiness ini, terjadi suatu fenomena, yaitu setiap industri menghadapi dan tengah mengalami perkembangan tatanan ekosistem bisnis yang bergerak ke masa depan secara lebih cepat. “Fenomena ini, dikenal dengan istilah ‘The Future Mega Trend,” kata dia.

Mencermati fenomena tersebut, Majalah SWA melakukan rating mengenai kesiapan dunia korporasi di Indonesia di bidang HR dalam menyongsong masa depan SDM (HR Future Readiness). Ada 30 perusahaan yang diundang untuk mengikuti rating. Daftar pendek (short list) partisipan rating itu diperoleh setelah tim SWA melakukan survei pemetaan (mapping) dengan tema yang sama (HR Future Readiness) terhadap seratusan perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang respondennya diwakili para Chief Human Resource Officer (CHRO) masing-masing. “Berdasarkan jawaban survei itulah, dipilih daftar pendek perusahaan yang kami nilai relatif paling memiliki kesiapan untuk masa depan di bidang HR,” kata Group Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani, dalam webinar.

Baca Juga  Begini Cara Agar Menghemat Penyimpanan Data di WhatsApp Anda

Untuk melakukan rating kesiapan masa depan ini, SWA menggunakan kerangka “5S” (sebagai hasil adaptasi konsep 7S dari McKinsey & Co.), yang terdiri strategy, structure, system, skills, dan shared values. Lima elemen ini juga menjadi variabel untuk pendalaman informasi yang harus dipaparkan secara tertulis oleh para CHRO perusahaan dalam daftar pendek ini. Intinya, bagaimana organisasi/divisi HR masing-masing dalam mengembangkan dan menjalankan inisiatif-inisiatif pada kelima elemen tersebut.

Priyantono Rudito, anggota Dewan Juri menilai, mayoritas peserta telah memiliki awareness baik dan memahami apa yang terjadi di industri masing-masing. Namun menurutnya, masih ada sejumlah perusahaan yang belum sepenuhnya memahami implikasi masa depan atas fenomena the Future Mega Trend terhadap portofolio bisnis mereka yang saat ini dijalankan, juga terhadap kesiapan HR.

Baca Juga  Ganjar Pamerkan Motor Listrik Terbaru Buatan Jateng

Dari penilaian dewan juri menyebutkan sejumlah pemenang award HR Future Readiness adalah Lazada, Sreeya Sewu, Samora Group, Sinar Mas Mining, Pefindo, dan Maybank.

Pakar HR senior Herdy Harman menegaskan, ke depan mindset HR bukan lagi bersifat administratif, melainkan harus menjalankan strategic human capital management. Jadi, orang HR harus bisa mengerti bisnis dan mau dibawa ke mana bisnisnya. “Jadi, selain hard skills, soft skills orang-orang HR pun harus dibangun guna memastikan keberhasilan dalam menjalankan peran masa depannya,” kata dia. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

Komentar

News Feed