oleh

Ganjar Tawarkan Program Desa Kembar antara Jateng dengan Papua

-News-130 views

PAPUA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan telah menawarkan program desa kembar antara Jateng dengan Papua sebelum kedatangan sejumlah aktivis mahasiswa kelompok Cipayung Papua di hotel tempat menginap di Jayapura, Minggu (3/10/2021).

Para mahasiswa menyampaikan, Papua dan Jawa Tengah adalah saudara. Ganjar berharap mahasiswa dapat ikut mengawal program itu agar bisa berjalan.

Kedatangan para aktivis mahasiswa dari GMNI, PMII, PMKRI, HMI, GMKI dan BEM Universitas Cenderawasih itu cukup mengejutkan. Ganjar yang sedang sarapan pagi di resto hotel pun terburu-buru menemui para mahasiswa.

Sambil ngopi, Ganjar dan mahasiswa berbagi cerita serta pengalaman selama dua jam lebih. Pertemuan berlangsung hangat, dengan guyonan dan candaan yang membuat semuanya tertawa.

Baca Juga  Jajaki Kerjasama dengan Federasi Rusia, Wali Nanggroe Bertemu Veronika Novoseltseva

“Kalian kuliah belum masuk kan? Terus aktivitas sehari-hari apa? Tidur sajakah? Pantas itu perutnya besar,” canda Ganjar pada salah satu aktivis mahasiswa yang membuat mereka ger-geran.

Ketua GMNI Jayapura, Ricky Bofra mengatakan sengaja menemui Ganjar untuk diskusi. Menurutnya, Ganjar adalah salah satu pemimpin yang disukai karena dekat dengan rakyat dan berprestasi. Tak hanya membangun Jateng, Ganjar banyak menginspirasi para pemuda di seantero negeri.

“Ketika beliau datang ke sini, ini momentum bagi kami berjumpa dan sharing ide, masukan, dan gagasan dari beliau pada kami, untuk membangun Jayapura ini,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkab Kendal Tingkatkan Ketahanan Pangan dengan Tebar Bibit Ikan

Ricky mengapresiasi ide Ganjar untuk membentuk desa kembar antara Jateng dan Papua. Ia berharap persaudaraan Jateng dan Papua terus berlanjut untuk Indonesia.

“Kami teman-teman di Jayapura dan bersama saudara kita di Jawa Tengah, kami tetap bersaudara, salam satu Indonesia,” katanya.

Ketua PMII Jayapura, Mahfud, mengatakan, Papua adalah miniatur Indonesia. Ia sendiri keturunan madura yang tinggal di Papua.

“Kami ini simbol miniatur NKRI, meskipun kami berbeda tapi perbedaan suku ras agama tidak membuat kami terpecah belah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar memberikan masukan kepada para aktivis mahasiswa. Aktivis yang biasanya hanya bicara politik diajaknya untuk masuk ke wilayah kreatif dan konkret dalam membantu masyarakat.

Baca Juga  Ganjar Minta Pasien Isolasi Bikin “Vlog”

Di tengah pandemi ini, banyak hal yang bisa dilakukan para aktivis mahasiswa. Membantu persoalan kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan lainnya. Ganjar juga meminta aktivis mahasiswa untuk membantu meningkatkan ekonomi kreatif Papua yang sangat bagus.

“Meski kecil, tapi apa yang dilakukan kawan-kawan ini mesti solutif. Tidak perlu hal besar, kecil tidak apa-apa yang penting bermanfaat. Bisa mengembangkan ekonomi kreatif di sini, peningkatan pariwisata dan lainnya,” tegasnya. (*/cr1)

Sumber: jatengprov.go.id

Komentar

News Feed