oleh

Bank Sulselbar Konversi Menjadi Bank Syariah

-Headline-163 views

Satu pesan melalui aplikasi WhatsApp diterima oleh Direktur Utama (Dirut), Haizir Sulaiman dari salah satu jajaran direksi Bank Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar). Pesan tersebut mengabarkan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulselbar telah menyetujui agenda konversi dan juga tranformasi Bank Sulselbar ke syariah.

Dalam pesan itu juga disebutkan bahwa dalam RUPS disepakati selanjutnya akan dilakukan kajian komprehensif dan untuk diajukan kembali hasil kajian tersebut dalam RUPS dua bulan ke depan. Untuk itu pihak direksi Bank Sulselbar mengucapkan terima kasih kepada Dirut Bank Aceh Syariah (BAS) dan sejumlah pihak yang telah membantu berbagi pengalaman terkait konversi Bank umum menjadi Bank Syariah.

Dirut Bank Aceh Syariah yang dihubungi AJNN, Minggu (27/6/2021) mengungkapkan bahwa beberapa bulan sebelumnya beberapa orang direksi Bank Sulselbar berkunjung ke Bank Aceh Syariah. Mereka adalah Direktur Pemasaran dan Direktur Kepatuhan.

Menurut Haizir, kedatangan direksi Bank Sulselbar tersebut untuk mendapatkan informasi dan pengalaman Bank Aceh saat melakukan konversi menjadi Bank Aceh Syariah. Selain itu mereka juga ingin mengetahui bagaimana kondisi Bank Aceh sebelum dan sesudah konversi.

Baca Juga  Wakil Gubernur Sumbar Meminta Agar Edukasi Terkait Bahaya Nakoba

“Jadi kami menjelaskan bahwa sebelum konversi, Bank Aceh hanya mempunyai aset Rp18 triliun, sekarang menjadi Rp25 triliun. Artinya ada pertumbuhan. Kita jelaskan semuanya,” ungkap Haizir.

Haizir juga menyampaikan bahwa bukan hanya hijrah dari Bank biasa ke Bank Syariah saja ada rasa kekhawatiran, saat pindah rumah, sebagian orang juga awalnya takut (ragu). Namun menurut Haizir ketakutan tersebut merupakan hal yang wajar.

“Ketakutan itu bukan hanya dari luar tapi juga dari dalam, Namun kalau kita sudah punya keyakinan, Insha Allah akan berjalan. Karena ini merupakan perintah Allah SWT,” ujarnya.

“Akhirnya pihak Bank Sulselbar mengambil kesimpulan untuk melakukan konversi menjadi Bank Syariah,” ujar Haizir menambahkan.

Selanjutnya Direksi Bank Sulselbar kata Haizir juga melakukan studi banding ke Provinsi Riau, karena kebetulan Riau juga juga ada Bank Pembangunan Daerah (BPD) disana juga sedang melakukan konversi menjadi Bank Syariah.

Baca Juga  Perpusnas: Ruang Digital Akademi Literasi Merupakan Wadah Kolaborasi Dan Elaborasi Para Pegiat Literasi

Haizir yang juga Ketua Perbankan Syariah BPD se-Indonesia ini mengatakan bahwa sebelumnya Riau juga belajar, terkait konversi menjadi Bank Syariah dari Aceh. Menurutnya beberapa Bank yang sudah dan akan melakukan konversi menjadi Bank Syariah sering berdiskusi dengan dirinya.

“Selain ke Riau mereka juga ke Nusa Tenggara Barat (NTB), hasil pertemuan dengan beberapa pihak ini, akhirnya mereka bawa ke RUPS dan disetujui untuk konversi menjadi Bank Syariah,” ujar Haizir.

Lebih lanjut Haizir menjelaskan bahwa saat ini sudah ada beberapa BPD yang sudah bertransformasi menjadi Bank Syariah. Bank pertama yang melakukan itu adalah Bank Aceh, kemudian NTB, lalu Riau, Nagari dan yang terbaru adalah Bank Sulselbar.

BAS Siap Hadapi Era Digitalisasi

Pada kesempatan yang sama Haizir juga mengatakan bahwa saat pihaknya sudah sangat siap menghadapi segala perubahan dengan mempersiapkan semua sistem yang terkait dengan dunia perbankan. Saat ini, kata Haizir, merupakan era digitalisasi dan BAS saat ini sedang menuju ke sana (Digitalisasi).

Baca Juga  Sosialisasi dan Penyadaran Masyarakat Efektif Cegah Karhutla

“Saat ini kita sudah mempunyai ACTION, Mobile Banking, Kartu Debit dan E-Money dalam proses. Insha Allah tahun ini tuntas semuanya,” ujar Haizir.

Bank Syariah Indonesia (BSI) sendiri menurut Haizir sebenarnya juga masih dalam masa transisi sehingga ada sedikit “kendala” namun diperkirakan dalam dua bulan ke depan hal tersebut akan tuntas.

“Semuanya butuh proses. Sebagai bukti, saat ini ada rekening pusat yang buka rekening di Bank Aceh Syariah,” ujar Haizir.

Saat ini sejumlah Perguruan Tinggi seperti Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry dan Unimal serta hampir semua kampus besar di Aceh sudah melakukan kerjasama dengan BAS.

“Tapi memang masih ada Lifestyle (gaya hidup) yang menganggap Bank Aceh Syariah adalah Bank kampung,” ujar Haizir .

Untuk itu pihaknya meminta dukungan semua pihak termasuk media untuk memberikan informasi positif terkait perbankan syariah dan konversi Bank umum menjadi Bank Syariah khususnya di Aceh dan Indonesia secara umum. (*/cr4)

Sumber: ajnn.net

Komentar

News Feed