Tim Rugby PON Aceh saat akan bertanding di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (6/12/2020) sore. Foto : Sudirman Mansyur.
aceh.siberindo.co Banda Aceh – Luar biasa, Tim Rugby Putra Aceh yang selama ini dipersiapkan secara intensif melalui pemusatan daerah (Pelatda) yang dibiayai KONI Aceh menghadapi PON XX/2021 Papua, tampil sebagai juara turnamen Aceh Terbuka, setelah di final membabat tim Bekatan Kalimantan Selatan dengan skor 43 – 0 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (6/12/2020) sore.
Tim Bekatan Kalimantan Selatan (Kalsel) diundang ke turnamen bukanlah tim ayam sayur, tetapi suatu tim terkuat di Kalimantan yang sempat dipersiapkan secara intensif menghadapi Pra PON tahun lalu, karena belum terdaftar di KONI provinsi tersebut pada saat itu, sehingga tidak jadi ikut Pra PON.
Agus Triawan dan kawan-kawan tampil dengan performa luar biasa, sehingga fisik dan tehnik setara mendukung permainan yang militan memenangkan laga paling keras dengan Kalsel.
Kemenangan pasukan Andry Agung di final event yang berlebel Turnamen Rugby Aceh Open Tahun 2020 ini, sekaligus mensahkan kelasnya di atas Kalsel setelah pada pertandingan ujicoba usai pembukaan pagi, menang 40 – 0.
Memenangkan partai final tersebut, Tim PON Aceh tampil sebagai juara, Kalsel harus puas sebagai runner-up dan Tim Pengkab Barbarian tempat ketiga, turnamen yang dibuka Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd.
Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abukar (Abu Razak) menyerahkan hadiah berupa dana pembinaan kepada para juara 1, 2 dan 3, sekaligus menutup turnamen yang kompetisinya sudah dimulai sejak Senin (1/12/2020).
Ajang Ujicoba
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Rugby Union Indonesia (Pengprov PRUI) Aceh, Ir. P. P. Andry Agung, MM kepada pos-aceh.com mengatakan, gelaran turnamen yang baru pertama ini sebagai ajang ujicoba dan persiapan tim PON Aceh ke Papua.
Andry menyebutkan, kejuaraan ini mengundang empat klub di Aceh, Tim Bekantan Rugby Kalsel dan diikuti Tim PON Aceh.
Sebutnya, empat klub rugby dari Aceh ini satu grup yaituTim Barbarian (gabungan tim pengurus kabupaten/Pengkab), UKM Unsyiah – BBG Koetaraja dari Banda Aceh dan Gajah Putih (Aceh Tengah). Keempat klub tersebut lebih dulu prakualifikasi di grup dengan sistim setengah kompetisi.
“Sistem di rugby, sesuai dengan keputusan PB PRUI harus mempertandingkan dulu yang Pra nya, baru boleh diadu dengan tim selevel provinsi seperti Tim PON Aceh,” jelas Andry.
Dari kompetisi pra grup itu, Tim Pengkab Barbarian tampil sebagai juara dan bergabung dengan Tim PON Aceh, Bekantan Kalsel melanjutkan pertandingan lagi dengan sistim setengah kompetisi.
Akhirnya, Tim PON Aceh dan Bekatan Kalsel tampil berlaga di partai final. Pertandingan berkesudahan kemenangan bagi Tim Aceh dengan skor 43 – 0.
Katanya, turnamen ini digelar dengan protokol kesehatan yang ketat, dilaksanakan dengan waktu yang tidak bersamaan dan tidak terbuka untuk umum atau tanpa penonton. (Sudirman Mansyur).











Komentar