Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani yang juga pembina Rugby Aceh didampingi Ketua umum Pengprov PRUI Aceh, Ir. P. P. Andry Agung, MM, Ketua Pelatda PON Aceh, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd menyerahkan bantuan APD secara simbolis kepada atlet yang mewakili masing-masing klub dan tim Pelatda PON Aceh, usai pembukaan turnamen Aceh Open di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (5/12/2020). Foto : Sudirman Mansyur.
aceh.siberindo Banda Aceh – Pengurus Provinsi Persatuan Rugby Union Indonesia (Pengprov PRUI) Aceh, menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) cegah corona virus desease 2019 (Covid) kepada seluruh atlet putra-putri Aceh yang sedang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) menuju PON XX/2021 Papua dan atlet klub peserta Turnamen Rugby Aceh Open 2020.
Bantuan paket APD berupa masker, hand sanitizer dan vitamin C vitalong tersebut diserahkan secara simbolis Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani yang juga pembina Rugby Aceh kepada atlet yang mewakili masing-masing klub dan tim Pelatda PON Aceh, usai pembukaan turnamen Aceh Open di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (5/12/2020).
Ketua Umum Pengprov PRUI Aceh, Ir. P. P. Andry Agung, MM kepada pos-aceh.com di Banda Aceh, Minggu (6/12/2020) menjelaskan, paket bantuan APD tersebut berasal dari Kemenpora RI, Polda Aceh dan Dirlantas Polda Aceh.
“Semua bantuan alat pelindung itu kita serahkan kepada seluruh atlet rugby Pelatda PON Aceh dan atlet klub peserta Turnamen Rugby Aceh Open 2020,” ujarnya.
Andry mengatakan, pagelaran turnamen rugby Aceh Open menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dilaksanakan dengan waktu yang tidak bersamaan dan tidak terbuka untuk umum atau tanpa penonton.
Ia menyebutkan, gelaran turnamen yang baru pertama ini sebagai ajang ujicoba dan persiapan tim PON Aceh ke Papua.
Menurutnya, tim putra dan putri yang dipersiapkan maksimal selama ini memiliki prospek meraih medali di PON Papua. “Di PON nanti, putra -putri masing-masing ada tujuh tim (sudah termasuk tuan rumah Papua), jadi peluang meraih medali tetap ada,” ujarnya.
Ia menyebutkan, event yang berlebel “Turnamen Rugby Aceh Open Tahun 2020” mengundang empat klub di Aceh, Tim Bekantan Rugby Kalsel dan diikuti Tim PON Aceh.
Sebutnya, empat klub rugby dari Aceh ini satu grup yaituTim Barbarian (gabungan tim pengurus kabupaten/Pengkab), UKM Unsyiah – BBG Koetaraja dari Banda Aceh dan Gajah Putih (Aceh Tengah). Keempat klub tersebut lebih dulu prakualifikasi di grup dengan sistim setengah kompetisi.
“Sistem di rugby, sesuai dengan keputusan PB PRUI harus mempertandingkan dulu yang Pra nya, baru boleh diadu dengan tim selevel provinsi seperti Tim PON Aceh,” jelas Andry.
Dari kompetisi pra grup itu, Tim Pengkab Barbarian tampil sebagai juara dan bergabung dengan Tim PON Aceh, Bekantan Kalsel melanjutkan pertandingan dengan sistim setengah kompetisi. (Sudirman Mansyur).











Komentar