oleh

Terima Kunjungan JK, Wali Nanggroe Aceh Sampaikan Harapan Implementasi MoU Helsinki

BANDA ACEH – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyambangi langsung Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Selasa (29/12/2020) .

Kehadiran mantan orang nomor dua di Indonesia yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) diakui sebagai kunjungan silaturrahmi dengan tokoh sentral perdamaian Aceh.

Seperti diketahui, JK datang ke Aceh dalam rangka melantik Ketua Umum beserta pengurus PMI Aceh yang telah terpilih beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Milad GAM ke-44, Jubir KPA: Masyarakat Rindu Bendera Bulan Bintang

Selasa siang, JK melaksanakan shalat zuhur di Masjid Oman Lampriet, dan kemudian langsung menuju Meuligoe Wali Nanggroe.

Pertemuan antara JK dengan Wali Nanggroe berlangsung selama satu jam lebih. Pada kesempatan tersebut, kepada JK, Wali Nanggroe menyampaikan kondisi terkini Aceh dan harapan implementasi MoU Helsinki tahun 2005 silam yang saat itu JK menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga  Gubernur Sarankan Apdesi Menjadi Pendamping bagi Perangkat Desa

“Kami sangat gembira kehadiran Bapak JK ke Aceh. Sebagai mantan Wapres, kita sangat berharap agar Bapak JK dapat membantu percepatan implementasi MoU Helsinki,” kata Wali Nanggroe yang didamping Staf Khusus Kamaruddin Abu Bakar, Teuku Kamaruzzaman dan DR Rafiq serta Katibul Wali Nanggroe Azwardi Abdullah.

Beberapa di antaranya, Wali Nanggroe menyampaikan persoalan bendera dan lambang Aceh, tapal batas, dan beberapa persoalan lainnya sesuai yang tertuang dalam MoU Helsinki namun belum terimplementasi hingga saat ini.

Baca Juga  MKD Bakal Proses Perkara Dugaan Pencabulan Anggota DPR RI

Dalam kesempatan tersebut JK menyampaikan, kesepakatan MoU Helsinki hampir semuanya sudah terealisasi.

“Dan selebihnya dalam tahap proses. Insya Allah,” kata JK usai pertemuan.

“Pak Malik ini sahabat saya, kami bicara kenang-kenangan masa lalu,” tambah JK yang turut didampingi Sudirman Said, Fery Mursidan Baldan, Imam Addaruqudni, Husain Abdullah, dan Adam Suryadi Nur. [Acehonline.co]

Komentar

News Feed