MUARATEBO – Warga Dusun Tanjung Beringin, Desa Mangupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo mengeluhkan aktivitas pabrik kelapa sawit yang ada di daerah tersebut.
Warga yang berdomisili di sekitar pabrik merasa tidak nyaman karena adanya pencemaran udara yang kerap menimbulkan bau tidak sedap yang berasal dari pabrik.
Sumardi (55), salah seorang warga menyebutkan, bau tidak sedap kerap timbul ketika angin berhembus ke arah perumahan warga yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari pabrik dan itu sangat menganggu.
“Parah baunya, kalau pas angin ngarah ke sini (perumahan, red),” ujar Sumardi, Selasa (22/6).
Selain bau tidak sedap, asap yang dikeluarkan pabrik pengolahan sawit milik PT Surya Sumber Sawit Abadi (SSSA) itu juga dikeluhkan, karena mengganggu pernapasan warga sekitar.
Sumardi mengatakan, asap hasil pembuangan mesin pabrik pengolahan sawit itu kepulan hitam pekat, membumbung dari cerobong dan dirasa mengganggu.
Selain itu, keberadaan pabrik tersebut juga terkesan tidak ada kepedulian terhadap warga sekitar. Selama berdiri, tidak ada bantuan atau santunan seperti CSR yang diberikan kepada masyarakat.
“Kita lihat saja, kalau pas lagi beroperasi, asapnya cepat turun ke bawah, mengganggu pandangan, bernafas juga susah,” tutur Sumardi.
Sementara pihak PT SSSA ketika hendak dikonfirmasi, security pabrik menyebutkan, bahwa manager dan tata usaha (TU) sedang tidak berada di lokasi dan tidak diketahui kapan akan kembali ke kantor.
“Lagi istirahat dan lagian dak ado di lokasi,” katanya singkat. (*/cr1)
Sumber: metrojambi.com











Komentar