oleh

Uji Coba Antara Persiraja Versus PSMS di Stadion Harapan Bangsa

-Headline-142 views

PENGHENTIAN laga uji coba antara Persiraja versus PSMS di Stadion Harapan Bangsa harus jadi pelajaran penting bahwa dalam urusan Covid-19, jangan ada pihak yang bermain-main. Bahkan sekecil apapun potensi kerumunan harus dihindari.

Konon lagi pertandingan penting seperti Persiraja dan PSMS. Meski hanya bertajuk sebagai laga persahabatan, sejarah panjang perseteruan dua tim ini menjadi magnet yang sulit ditolak peminat sepak bola, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara.

Kita juga tak boleh lupa daratan setelah menyaksikan pertandingan Piala Eropa 2020. Jangan pula membayangkan bahwa di negara ini, pertandingan sepak bola dapat disaksikan langsung oleh pendukung dua tim yang bertanding di dalam stadion, sama seperti Hungaria.

Baca Juga  Ketua PCNU Kabupaten Karawang Himbau Agar Warga Patuhi Surat Edaran Gubernur Jabar Terkait Pelaksanaan Shalat Iduladha Tahun 2021 M/1442 H

Berpikir untuk menyaksikan pertandingan di stadion, seperti sebelum Covid-19 mewabah itu sama seperti pungguk merindukan bulan. Karena hingga saat ini, potensi penyebaran masih sangat tinggi.

Pemandangan di Stadion Puskas Arena, tempat pertandingan antara tim nasional Hungaria melawan tim nasional Portugal memang bikin iri. 61 ribu penonton memenuhi stadion itu.

Jumlah penonton itu memenuhi kapasitas tempat duduk stadion yang berada di Ibu Kota Hungaria, Budapest. Bahkan di saat yang sama, seperti Inggris, hanya sepertiga penonton yang diperbolehkan menyaksikan pertandingan.

Baca Juga  PLN Menawarkan Layanan Baru Pasang Internet

Dalam urusan penyebaran Covid-19, Hongaria bukan yang terbaik. Bahkan negara, April 2020, mengalami rasio kematian akibat corona tertinggi di Eropa. Menjelang perhelatan sepenting Piala Eropa, ini jelas bukan hal yang bagus.

Lantas pemerintah memasifkan pelaksanaan vaksinasi dengan menggunakan vaksin dari Cina dan Rusia. Pada April pula, 3 juta dari 9,8 juta jiwa divaksin. Dua pekan menjelang Piala Eropa 2020, tercatat 5,3 juta jiwa telah divaksin. Bahkan pada pertengahan Juni lalu, jumlah warga yang divaksin mencapai 97 persen.

Karena itu, sambil menunggu proses vaksin disuntikkan kepada seluruh masyarakat, hendaknya semua pihak menahan diri untuk tidak mengundang kerumunan.

Baca Juga  Tim PON Aceh Agresif, Namun Persiraja Menang Kelas

Kepolisian, misalnya, tak perlu menggelar peringatan HUT Bhayangkara secara berlebihan, apalagi sampai menggelar gowes yang melibatkan banyak orang. Proses vaksinasi yang digelar juga tak perlu dibuat dengan undian sehingga masyarakat tidak tergoda untuk hadir di satu titik pada saat yang sama.

Cukuplah vaksinasi itu dilakukan di puskesmas-puskesmas atau di desa-desa. Bahkan setelah melihat karakteristik masyarakat, ada baiknya jika vaksinasi ini dilakukan dari rumah ke rumah. Jangan sampai kegiatan-kegiatan itu memunculkan klaster penyebaran baru: klaster HUT Bhayangkara dan klaster vaksinasi. (*/cr4)

Sumber: bantennews.co.id

Komentar

News Feed