oleh

Satgas Aceh Gelar Vaksinasi Massal di Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 Aceh menggelar vaksinasi secara massal di halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Selasa (30/3/2021).

Dilansir dari situs acehprov.go.id, Vaksinasi ini menyasar tiga ribu orang, seperti pelayan publik, kelompok lanjut usia, TNI/Polri, aparat hukum, petugas pajak, petugas imigrasi, guru, dosen, wartawan, pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh, calon jemaah haji tahun 2021, dan petugas yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat lainnya, termasuk para pedagang di Pasar Aceh.

Mekanismenya vaksinnya cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk kepada petugas di meja pendaftaran dan mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat membuka acara ini mengatakan, tanpa terasa, sejak dimulai pada 15 Januari lalu, proses pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat Aceh telah berjalan selama lebih kurang 75 hari. “Proses vaksinasi yang kita berikan cukup mendapat sambutan dari kelompok masyarakat, terbukti sudah ada kelompok masyarakat yang proses vaksinasinya mendekati selesai,” sebut dia.

Baca Juga  Jawa dan Bali Sudah Lakukan PPKM, Bisa Saja "Menular" Ke Aceh

Salah satunya vaksinasi bagi tenaga kesehatan (Nakes) di Aceh. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, Tenaga Kesehatan yang ditargetkan menerima vaksin sebanyak 56.470 orang, dari jumlah tersebut, dalam perjalanannya terjadi peningkatan Nakes yang siap divaksinasi.

“Alhamdulillah, sebanyak 56.999 orang Nakes atau 100,9 persen telah divaksinasi untuk tahap pertama, sementara untuk tahap kedua, 48.942 orang telah mendapat vaksin atau 86,7 persen,” ucap Nova.

Nova sangat mengapresiasi capaian ini dan mengingatkan, bagi Nakes yang sudah waktunya menerima vaksin kedua agar mematuhi jadwal itu. Jangan lalai, sebab kalau hanya satu kali divaksinasi, efikasi vaksin tersebut tidak akan berarti apa-apa.

“Adapun jarak pemberian vaksin pertama ke vaksinasi kedua kini tidak lagi 14 hari, tapi telah menjadi 28 hari. Sekali lagi saya minta agar para Nakes di Aceh agar mematuhi jadwal vaksin ini,” tegas Nova.

Baca Juga  Irwandi Center Kota Lhokseumawe; Agar Gubernur Terbantu, Wagub Idealnya Yang Sudah Berpengalaman & Berkemampuan

Nova menyebutkan, bersamaan dengan pemberian vaksin kepada Nakes tersebut, selama dua bulan terakhir ini juga telah mulai melaksanakan vaksinasi kepada pelaku layanan publik yang sehari-hari dekat dengan masyarakat, seperti aparatur TNI/Polri, ASN, jamaah haji, pegiat pendidikan, pedagang dan pelaku usaha lainnya.

Dari sekitar 478.489 pelaku layanan publik yang menjadi sasaran, baru sekitar 7,6 persen yang telah divaksinasi tahap pertama, dan untuk tahap kedua baru sebesar 1,4 persen.

“Tentunya ini menjadi PR kita bersama, bagaimana jumlah penerima vaksin ini bisa kita tingkatkan,” harap Nova.

Hari ini lanjut dia, pihaknya menyelenggarakan vaksinasi massal berlokasi di Masjid Raya Baiturrahman agar masyarakat mendapat akses lebih mudah dan lebih cepat menerima vaksin. “Target kita, insyaallah akan ada 3.000 warga Aceh yang menerima vaksin pada hari ini,” ucap dia.

Ia menambahkan, kegiatan vaksinasi seperti ini juga akan dikembangkan di semua daerah. Untuk itu dia minta masyarakat Aceh beramai-ramai mendaftarkan diri guna menerima vaksinasi itu.

Baca Juga  Momentum Terbaik Masa Pandemi, Dyah Erti Selenggarakan Donor Darah

“Ingat, vaksin ini sangat bermanfaat untuk melindungi diri kita dari serangan COVID19. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sebab proses uji coba vaksin ini telah dilakukan berkali-kali,” ucap dia.

Saat Ramadan nanti pun, kegiatan vaksinasi massal tetap diselenggarakan. Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menegaskan bahwa pemberian vaksin saat Ramadan tidak membatalkan puasa.

“Marilah segera mempersiapkan diri pada April nanti. Kita berharap, target vaksin bagi 3,78 juta rakyat Aceh dapat segera terpenuhi,” ajak Nova.

Dalam akhir pidatonya Nova mengingatkan, meski sudah menerima vaksin, protokol kesehatan tetap wajib dijalankan. Masker tetap dipakai, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan gunakan air mengalir, jaga jarak, dan hindari kerumunan.

“Kerja kita belum selesai. Saya berharap tanggung jawab ini bisa kita tuntaskan, sehingga perlindungan bagi masyarakat Aceh dapat kita berikan lebih maksimal,” tutur dia. (*/cr2)

Komentar

News Feed