SUBULUSSALAM – Dua pekan menjelang Ramadhan 1442 Hijriah, tokoh agama mengingatkan agar tidak ada gangguan suara petasan atau mercon selama bulan puasa mendatang.
Dilansir dari situs Serambinews.com, Harapan itu disampaikan Ustaz Drs M Ya’kub KS MM, saat menjadi khatib shalat, Jumat (2/4/2021) di Masjid Agung Subulussalam, Kota Subulussalam.
Menurut Ustaz Ya’kub, ramadhan merupakan salah satu bulan suci yang sangat diagungkan umat muslim dan dimuliakan namun acapkali dicekcoki dengan tindakan kurang terpuji seperti suara petasan atau mercon.
Selama ini, kata Ustaz Ya’kub bulan ramadhan, identik dengan bunyi petasan setiap malam yamg dimainkan oleh anak-anak selepas berbuka.
Kondisi ini dinilai mengganggu kekhusukan umat muslim dalam melaksanakan ibadah bulan ramadhan.
Untuk itu, Ustaz M Ya’kub berharap agar semua pihak dapat mengawasi, mengintrol aksi petasan selama bulan Ramadhan mendatang.
Diakui, jual beli petasan menjadi salah satu usaha menghasilkan rupiah karena barang itu laris manis selama bulan puasa.
Hasanya saja, suara petasan sangat mengganggu kekhusukan umat muslim dalam menjalankan ibadah selama bulan puasa.
“Satu sisi jual beli petasan menghasilkan uang bagi pedagang tapi perlu dipikirkan bagaimana dampaknya, mengganggu kekhusukan umat dalam melaksanakan ibadah selama bulan puasa,” ujar Ustaz Ya’kub
Lantaran itu, Ustaz Ya’kub berharap agar para pedagang tidak lagi memperjualbelikan petasan selama bulan puasa karena sangat mengganggu orang lain disamping juga membahayakan.
Di sisi lain, masyarakat juga meminta aparat keamanan baik pihak kepolisian maupun Satpol PP Kota Subulussalam diminta untuk mengawasi penggunaan petasan atau mercon.
Sebab, selama ini setiap memasuki bulan puasa penjualan petasan di Subulussalam dilaporkan mulai marak sehingga meresahkan masyarakat setempat.
Akibat maraknya suara petasan bukan hanya menganggu aktivitas umat dalam beribadah tapi tak jarang membahayakan masyarakat luas. (*/cr2)











Komentar