Kejurda panahan di Banda Aceh, November 2020. Foto : Istimewa.
aceh.siberindo.co Banda Aceh – Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh memfokuskan tiga event penting pada 2021 untuk persiapan PON XX Papua dan menyonsong PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.
Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd menyebutkan, ketiga event tersebut yaitu lanjutan persiapan atlet Aceh melalui Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menuju PON Papua Oktober 2021, menggelar prakualifikasi PORA (Pra PORA) dan kejuaraan international.
“Kita fokus melaksanakan ketiga event tersebut pada 2021, karena sangat penting untuk persiapan kita meraih target emas PON Papua dan kesiapan menyongsong PON XXI/2024, cabang panahan diperlombakan di Aceh,” ujar Nyak Amir kepada wartawan usai rapat evaluasi dan refleksi kegiatan 2020 di suatu caffee elit di Banda Aceh, Jumat (18/12/2020) sore.
Ia menyebutkan, Pelatda 2020 yang dilaksanakan KONI Aceh sudah berakhir, Perpani Aceh saat ini melanjutkan pemusatan latihan atlet hingga dilaksanakan kembali oleh KONI Aceh, pada Januari atau Februari 2021. “Atlet tidak dipulangkan ke daerah, tapi tetap menjalani latihan terpusat di Banda Aceh yang kita tanggulangi,” kata Nyak Amir yang didamping Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi, Kolonel CAJ (Purn) Dr. Ahmad Husein, S. MA.
“Kita juga menggelar kejuaraan international yang direncanakan Juli. Event tersebut sangat bermanfaat untuk try-in (ujicoba) bagi atlet Aceh yang dipersiapkan ke PON Papua,” ujar doktor di bidang olahraga alumnus Universitas Negeri Surabaya (UNS) 2004 ini.
Nyak Amir menyebutkan, kejuaraan international tersebut sangat memungkin dan tepat sebagai ajang try-in atlet Pelatda, karena interval waktu menjelang PON Papua pada saat itu masih tersisa waktu tiga bulan lagi.
Katannya, kejuaraan international akan diikuti atlet dari sejumlah negara dan atlet dari berbagai provinsi yang mempersiapkan diri ke PON Papua. “Kita akan mengundang beberapa negara, minimal bisa diikuti pemanah dari sejumlah negara Asia,” ujar Nyak Amir yang juga Sekjen PB Perpani.
“Kita berharap dukungan semua pihak dan pemerintah. Kita juga meminta bantu PB Perpani untuk memfasilitasi dalam hal mengundang atlet dari sejumlah negara,” katanya.
Selanjutnya, pada Juli, Perpani Aceh juga akan menggelar prakualifikasi Pekan olahraga Aceh (Pra PORA). “Kita laksanakan di Juli, agar atlet Pelatda PON bisa ikutserta sebagai ajang ujicoba mewakili daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Sebutnya, Perpani Aceh sudah menetapkan 18 nomor dari tiga divisi tersebut yaitu recurve, compound dan standar bow, kategori putra-putri, memperebutkan 33 medali emas, 33 medali perak dan 33 medali perunggu pada Pra PORA. “Nomor dari tiga divisi Pra PORA akan diperlombakan pada PORA XIV/2022 di Pidie,” katanya.
“PORA Pidie sangat penting bagi
kita merekrut banyak pemanah potensial untuk dipersiapkan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumut,” ujar Nyak Amir yang juga seorang tehnokrat yang memiliki kemampuan birokrat olahraga ini dikenal familiar dengan para jurnalis (Sudirman Mansyur).











Komentar