oleh

KPU Ajak Semua Pihak Agar Cegah Praktik Politik Uang

-Headline, News-161 views

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajak semua pihak untuk menutup dua potensi praktik politik uang pada penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan ada dua modus operandi politik uang yang terjadi dalam pemilu.

“Pertama, modus politik uang dapat dilakukan peserta pemilu dengan tim sukses dan pemilih. Jadi, peserta pemilu itu langsung bertransaksi dengan pemilih,” kata Ilham dalam keterangannya, Rabu (5/10/2021).

Hal itu dinilai sering terjadi dan dikemas dengan praktik-praktik yang memang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Nah, yang kedua tentu menjadi catatan kami agar berkaca pada diri sendiri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan, seperti para calon melakukan politik uang kepada penyelenggara pemilu,” katanya.

Ilham menyebutkan sudah banyak kasus sebagai bukti bahwa politik uang dengan melibatkan penyelenggara pemilu terjadi dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Baca Juga  Kecamatan Beji Lakukan Upaya Mengurangi Risiko Bencana di Musim Hujan

“Sudah banyak kasus yang sudah diselesaikan di beberapa tempat di KPU provinsi, KPU, KPU kabupaten/kota. Hal itu tidak bisa kemudian dijadikan contoh,” kata Ilham.

Untuk menutup potensi politik uang terhadap penyelenggara, kata Ilham, KPU menjalin kerja sama dengan KPK.

“Kami berinisiasi, bertekad untuk membersihkan tindakan-tindakan korupsi di internal sendiri. Tentu saya berharap sekali bahwa politik uang ini bisa meminimalkan atau meniadakan sama sekali dalam pelaksanaan anggaran pemilu dan pilkada,” ucapnya.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Tegaskan Pentingnya Menjaga Kedamaian Jelang Pemilu 2024

Soal politik uang yang terjadi antara peserta dan pemilih, Ilham mengatakan bahwa pihaknya berusaha menekan potensi tersebut dengan memberikan pendidikan pemilih lewat program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

Komentar

News Feed