oleh

KHKRI Prof Budi Utomo: Program Keluarga Berencana (KB) Efektif Menekan Risiko Stunting

Jakarta – Koordinator Knowledge Hub Kesehatan Reproduksi Indonesia (KHKRI) Prof Budi Utomo mengemukakan Program Keluarga Berencana (KB) efektif menekan risiko stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak.

“Gangguan kronis gagal tumbuh kembang yang kita kenal dengan stunting itu berdampak negatif jangka panjang dan bersifat menetap sampai usia dewasa, bahkan lintas generasi. Dampak ini mereduksi pertumbuhan baik fisik, psikomotorik, kecerdasan, mental, dan sosial,” katanya dalam acara Webinar “KB Keren Untuk Cegah Kematian Ibu dan Anak” yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Budi mengatakan program KB bukan semata mengendalikan pertumbuhan penduduk tetapi juga berperan dalam kesehatan ibu dan anak. “KB tidak melarang hamil, tetapi mengarahkan agar hamil saat risiko rendah saat ibu telah siap mental dan sosial,” katanya.

Hamil sehat bagi ibu, kata Budi, menjamin risiko rendah kematian dan kesakitan serta berkontribusi besar pada tumbuh kembang sehat pada masa hamil sehingga terhindar dari gangguan termasuk masalah gizi.

Baca Juga  UMKM di Wilayah Batang Bergiliran Jajakan Produk ke ASN

Budi mengatakan upaya untuk melahirkan bibit unggul dari program KB adalah bagian dari program kesehatan reproduksi dengan semangat membangun kesehatan bangsa sejak awal kehidupan sejak reproduksi

“Reproduksi sehat sebagai prasyarat hamil sehat. Program KB meningkatkan kesehatan ibu dan anak lewat dua mekanisme, yakni kontrasepsi, menurunkan kehamilan. Kalau tidak ada kehamilan, tentu saja tidak ada kematian maternal,” ujarnya.

Dikatakan Budi, KB juga menekan risiko kematian, kesakitan termasuk dan terutama risiko gagal tumbuh kembang di awal kehidupan sampai usia 23 bulan yang sarat dengan tumbuh kembang tetapi sekaligus rawan gangguan kesehatan.

Baca Juga  Kasus Covid-19 di Aceh Tambah 152 Orang, Ruang Pinere RSUDZA Nyaris Penuh

“Angka kehamilan berisiko di Indonesia masih tinggi berkisar 35 persen dari kehamilan, ini data dari survei demografi kesehatan 2017. Tantangan program KB untuk menurunkan angka ini,” katanya.

Budi menambahkan program KB sejak tahun 1970-an telah terbukti berhasil mencegah 40 persen kematian maternal dari sebelumnya mencapai 60 persen. (*/cr3)

Sumber: antaranews.com

Komentar

News Feed