Lebak – Sebanyak 415 murid sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Lebak putus sekolah selama pandemi Covid-19. Selain itu Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak juga mencatat terdapat 3.869 siswa yang tidak aktif mengikuti pelajaran secara online tahun ajaran 2020/2021.
Menanggapi hal tersebut Yayan Ridwan, Ketua Komisi III DPRD Lebak turut ikut prihatin dengan kondisi pendidikan di Lebak.
“Saya mewakili lembaga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut prihatin melihat banyaknya anak-anak di Lebak yang putus sekolah,” ujarnya pada wartawan satubanten.com saat dihubungi melalui telepon WhatsApp. Ahad, (06/06/2021)
Akan tetapi disisi lain menurutnya, Ketua Fraksi PKS Lebak ini juga memaklumi kondisi masyarakat Lebak yang memang dari sisi ekonomi dan sinyal kurang memadai.
“Tapi semua itu memang tidak bisa kita biarkan, perlu adanya penanganan khusus dan serius dari Pemerintah Daerah (Pemda). Harus segera melakukan antisipasi dengan mendata para kepala sekolah, mana siswa yang putus sekolah,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa alasan anak-anak di Lebak yang memilih putus sekolah bukan hanya faktor signal, melainkan ada anak yang lebih memilih bekerja membantu orangtuanya dan malah ada juga karena malas belajar.
“Nah hal seperti ini tentunya tidak bisa kita paksa, perlu adanya edukasi pada anak, orangtuanya dan masyarakat dari pemerintah dan orang-orang yang lebih paham tentang kondisi tersebut,” imbuhnya. (*/cr3)
Sumber: satubanten.com











Komentar