MEUREUDU – Selama dua minggu terakhir, kawanan gajah merusak lahan pertanian warga Gampong Abah Lueng Jiem Jiem, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Kondisi tersebut sangat meresahkan masyarakat.
“Sudah dua minggu ini, warga kami diresahkan oleh kedatangan kawanan gajah dan merusak lahan pertanian masyarakat,” kata Keuchik Gampong Abah Lueng Jiem Jiem, Muhadi, Minggu (9/10/2022).
Kondisi tersebut, lanjut Muhadi, mengakibatkan seluruh warga gampong tersebut, tidak dapat melakukan aktifitas berkebun. Selain merusak lahan pertanian warga, kawanan gajah juga masuk ke perkampungan.
“Kasihan warga yang menanam cabe, padahal hampir panen namun akibat diganggu gajah, petani dipastikan merugi. Dan hampir seluruh masyrakat mengantungkan hidupnya dilahan itu,” ungkap Muhadi
Sejauh ini, kata Muhadi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak BKSDA, dan telah membantu untuk menggiring kawanan gajah tersebut ke lokasi yang jauh dari pemukiman.
“Hanya dua hari aman, kemudian kawanan gajah ini datang lagi ke Gampong kami,” jelas Muhadi.
Muhadi menambahkan, keresahan warga semakin bertambah karena kawanan gajah tersebut memasuki kawasan perkampungan pada malam hari. Pihaknya memohon kepada instansi terkait untuk membantu evakuasi gajah liar agat tidak menganggu kehidupan masyarakat.
“Kami berharap, masyarakat dapat beraktifitas di lahan, tanpa merasa was-was terhadap kawanan gajah ini,” harap Muhadi.
Sementara itu, Hasan, salah seorang petani yang ditemui acehonline.co, juga menyampaikan hal senada. Sebahagian besar tanaman jagung miliknya yang hampir panen, habis dirusak oleh kawanan gajah. Kondisi tersebut sudah terjadi selama dua minggu, sehingga dirinya dan masyarakat petani lainnya tidak dapat beraktifitas di kebun.
“Sudah dua minggu ini saya tidak berani ke lahan jagung, padahal kami bergantung hidup di sana. Kami berharap kepada pihak berwajib untuk membantu kami yang selalu diganggu oleh kawanan gajah,” imbuh Hasan. [Acehonline.co]










