Laporan | Darwin
JANTHO | aceh.siberindo.co – Sedikitnya 20 warga Gampong (desa) Lon Asan, kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Berdelegasi menemui Ilyas, Camat setempat.
Kedatangan mereka ke kantor camat, untuk dialog, terkait posisi Geuchik Gampong (Kepala Desa) Lon Asan, Amri; ingin dilengeserkan melalui demo kontra terhadap dirinya beberapa waktu lalu.
Para pendemo kontra Geuchik Amri, menduga dirinya melakukan ketidak transfaranan didalam pengelolaan dana desa (ADD).
Sebaliknya para pendemo pendukung Geuchik Amri berpendapat, tudingan tersebut hanya sepihak dan sangat tidak mendasar. Yang dilakukan pendemo kontra Geuchik Amri.
Warga pendukung Geuchik Amri menuntut, agar Camat Ilyas, mempertahankan Amri, sebagai Geuchik Gampong Lon Asan. Sebab tidak terbukti bersalah, terkait pengelolaan dana desa.
Sedikitnya, 20 warga yang ingin jumpa Ilyas, merasa kecewa, sebab yang dimaksud tidak berada ditempat. Lalu warga disambut oleh Sekretaris Camat (sekcam), Mustafa Kamil, SH.
Tidak banyak yang bisa disikapi dari pendelegasian warga tersebut, sebab Mustafa tidak bisa mengambil kebijakan dari pertemuan dengan masyarakat yang menyampaikan sikap mereka untuk mempertahan Geuchik Amri.
“Kami merasa sangat kecewa, kami datang ingin minta ketegasan Ilyas dan kebijakannya. Menyelesaikan masalah ini, kami minta, camat harus dengarkan aspirasi masyarakat, orang yang tidak senang Geuchik Amri berbanding terbalik,” tegas Maulida perwakilan aksi demo pada atjehdaily.id, Rabu, 21 Oktober 2020 di Lembah Seulawah.
Sedikitnya 20 orang yang mewakili warga aksi demo itu, orang orang yang secara sukarela melakukan pembelaan pada Geuchik Amri atas tuduhan yang tidak beralasan.
Mereka yang datang berdemo di kantor Camat sebenarnya hampir mencapai 50 an orang, tetapi gerakan mereka dibatasi oleh pihak keamanan setempat hanya 20 orang saja. Sebab harus mengikuti protokoler kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker, seperti yang sudah ditetapkan pemerintah.
“Kalau Geuchik Amri salah, hari ini sudah di sel dia, terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). Saya kira tidak ada masalah, sudah selesai di inspektorat,” katanya.
Yang dikecewakan para pendemo pendukung Geuchik Amri, Camat Ilyas menelan mentah mentah, para pendemo terdahulu yang anti Geuchik Amri dituntut untuk lengser dari jabatannya karena tidak transparan.
Ada 11 poin tuntutan masyarakat yang tidak tersampaikan, karena saat warga pro Geuchik Amri berdelegasi menemui Ilyas tidak ditempat. Kekecewaan itu, terucap dari mulut Maulida pihaknya akan datang lagi menemui camat. (*)











Komentar