Pascameluapnya Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor, Badan Informasi Geospasial (BIG) meminta harus ada antisipasi mitigasi pada beberapa wilayah pemukiman di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mitigasi dilakukan untuk meminimalisasi dampak bencana alam Banjir yang kerap terjadi.
“Pengerukan sedimentasi bisa dilakukan di daerah aliran sungai yang mengalami penyumbatan. Tetapi semua upaya perlu diskusi agar efektif dan efisien,” kata Koordinator Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG, Ferrari Pinem, Kamis (16/9/2021).
Pihaknya telah melakukan investigasi aliran Sungai Cidurian tersebut. Bahkan, aliran ini melintasi kecamatan lain yang sempat terdampak bencana.
“Hasil analisa citra satelit terjadi perubahan alur sungai di Desa Kalongsawah pada 2020, dan perubahan ini dalam rentang Desember 2019 sampai Agustus 2020,” katanya.
BIG, kata Ferrari, juga melakukan pengamatan langsung di lapangan karena aliran sungai baru tersebut disebabkan bendungan irigasi yang diduga jebol akibat tidak kuat menahan debit air.
“Aliran sungai yang awalnya kecil, tapi seiring waktu semakin membesar. Lalu pengendapan
Menurutnya, pengendapan terjadi akibat material longsor terbawa arus dari daerah hulu sungai, terutama saat terjadi longsor besar di Sukajaya dan sekitarnya pada awal 2020.
“Di daerah hulu seperti Kampung Urug di Sukajaya masih banyak ditemukan sisa material longsor. Besar kemungkinan material ini terbawa sungai dan terendapkan di hilir, terutama wilayah yang mengalami penurunan gradien sungai,” katanya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sendiri segera melakukan normalisasi Sungai Cidurian sebagai langkah penanganan mengantisipasi sering terjadinya Banjir bandang di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cigudeg, Jasinga, Nanggung, dan Sukajaya.
“Kita lakukan normalisasi tahun ini, sudah proses lelang dan masa sanggah,” ungkap anggota Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar.
Menurutnya, program normalisasi akan dilakukan pada aliran sungai di Desa Kalong Sawah Kecamatan Jasinga. Pasalnya, di titik itu terjadi pengendapan material longsor hebat usai bencana yang terjadi pada Januari 2020.
Saefudin biasa disapa Gus Udin menyebutkan, program normalisasi tersebut meliputi pembuatan bendung, pembangunan tembok penahan tebing (TPT), dan pengerukan material yang mengendap. (*/cr2)
Sumber: beritasatu.com











Komentar