oleh

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Menkes Upaya Obat Covid-19 Tiba Sebelum Libur Tahun Baru

-News-90 views

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap obat Covid-19 yaitu Molnupiravir ke depan harus bisa diproduksi di Indonesia. Obat yang disebut sangat ampuh mengobati virus corona itu selama ini masih diproduksi oleh Merck & Co Inc, perusahaan obat di Amerika Serikat.

Pemerintah, kata Menkes Budi, kemungkinan akan membeli hingga 1 juta tablet Molnupiravir pada bulan depan. Menkes Budi mengupayakan agar obat Covid-19 tersebut dapat tiba di Indonesia sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ini sebagai upaya antisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Namun kami pemerintah juga berharap agar perusahaan farmasi yang nantinya memegang lisensi atas obat Molnupiravir tak hanya menerima obat dari Merck, tetapi memproduksinya di dalam negeri. Hal ini berkaitan dengan kemandirian obat di Indonesia,” katanya dalam konferensi pers usai rapat evaluasi update PPKM, Senin (8/11/2021), dilansir beritasatu.com.

Menurutnya terdapat dua strategi yang dipakai pemerintah Indonesia terkait dengan pengadaan obat Molnupiravir dari Merck maupun obat dari Pfizer yakni strategi jangka pendek dan jangka menengah.

Baca Juga  IHLC Hadirkan Sustainable Muslim Fashion

“Untuk strategi jangka pendek, kami ingin datangkan cepat obat molnupiravir dalam bentuk obat jadi ini dengan impor dulu. Jadi sudah ada stoknya sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ungkap Budi.

Ia menjelaskan apabila terjadi sesuatu dan mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa saat Nataru, pemerintah sudah menyiapkan obat Covid-19 yang dibutuhkan.

Untuk strategi menengah, Menkes Budi mengatakan, perusahaan obat apa yang nantinya dipilih pemerintah, dia harus memberikan komitmen untuk membuat pabrik Molnupiravir di Indonesia.

Baca Juga  Lintas Ormas Aceh Utara Minta Kepolisian Lindungi Generasi Muda dari Pengaruh Game Online

“Jadi perusahaan-perusahaan yang kita impor obat jadinya itu tapi mereka harus berkomitmen untuk membangun pabrik di Indonesia. Mereka bisa dia investasi langsung atau bekerja sama dengan perusahaan BUMN atau swasta. Y

Dengan demikian, ketahanan dari obat-obatan ini bisa terjadi dan dua-duanya terus dilakukan diskusinya. Dikatakan minggu ini Menko Kemaritiman sendiri akan memimpin diskusi dengan dengan 2 perusahaan tersebut yang mudah-mudahan bisa selesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Baca Juga  Kapolri Pimpin Rapat Forkopimda Aceh Terkait Evaluasi Penanganan Covid-19

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta kepada pengusaha obat di Indonesia untuk tidak hanya mengandalkan impor obat, melainkan membuatnya langsung di Indonesia.

“Kita harus punya pabriknya (obat Molnupiravir) sendiri di dalam negeri. Bukan hanya sebagai importir, tapi jadi produsennya,” tegasnya.

Menko Luhut pun mengatakan, pihaknya tidak mau lagi merasakan “sakit hati” karena kasus terkait obat-obatan. Seperti Paracetamol tak bisa didapatkan karena India memblokirnya, juga Astraseneca yang ditahan di India. (*/cr2)

Komentar

News Feed