oleh

Air Berlimpah, Lamkuk Aceh Besar Kekeringan

Laporan | Syawaluddin

JANTHO – Gampong–desa–Lamkuk, Tanoh Abee. Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Tetap saja dilanda kekeringan sejak puluhan tahun lalu. Meski Gampong itu ada dilimpahan air Waduk Keliling, Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh.

Warga petani disana tetap saja tak pernah merasakan limpahan air irigasi. Miris memang, Gampong yang ada dilimpahan air irigasi itu, tak mampu mengairi persawahan mereka dengan baik. Sampai hari ini petani sawah di Gampong Lamkuk tetap mengandalkan sawah tadah hujan.

Itu penjelasan Usman Lamreung, praktisi Akademisi, Aktivis Sosial dan Pemerhati Pemerintahan seperti dilansir atjehdaily.id, group aceh.siberindo.co, Selasa, 3 November 2020, di Cot Iri, Aceh Besar.

Baca Juga  Tradisi yang Sudah Jadi Hiburan, Waduk Seuneubok Dikeringkan untuk Mengairi Sawah Warga Panen Ikan

Sudah puluhan tahun lalu, irigasi tersebut dibangun dan sudah memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga dikecamatan Seulimeum. Namun manfaatnya hanya di rasakan masyarakat yang di hilir arus air.

Karena irigasi berada di bawah, sedangkan air tidak sampai ke atas untuk bercocok tanam. Sekitar 50 hektar sawah dalam wilayah Kecamatan Seulimeum, tiap tahun dilanda masalah kekeringan.

Areal persawahan mereka selalu kekurangan air, artinya banyak petani padi di Kecamatan Seulimeun hanya mengandalkan curah hujan, padahal posisi bendungan berada di Gampong Seuneubok.

“Ya; Gampong Kayee Adang, Gampong Bak Agu, Gampong Pinto Khop, Gampong Ujong Mesjid, Gampong Meunasah Jeumpa, Gampong Lamkuk, Gampong Lamca Rak dalam Kemukiman Tanoh Abee Kecamatan Seulimeum, Gampong Lamkleng, Gampong Lam Alieng, Gampong Lam Sie dan Maheng Kecamatan Cot Glie. Wilayah itu hanya di lewati saja air irigasi. Mereka tidak menikmati ketersediaan air baku peruntukkan persawahan melalui itigasi,” jelas Usman.

Baca Juga  Pentingnya Peran Orang Tua Saat Anak Sekolah “Online”

Selain itu, sebut Usman; Petani gampong setempat tidak bisa memafaatkan irigasi tersebut lantaran sawah mereka lebih tinggi dari tanggul irigasi, air irigasi hanya numpang lewat saja, sehingga bila musim kemarau petani mengalami kekurangan air dan bisa sampai gagal panen.

Selama ini, sebutnya; itu menjadi keluhan para petani, namun belum ada solusi, harapan masyarakat di setempat, Pemkab dan DPRK Aceh Besar harus ada solusi agar petani disekitar irigasi tersebut bisa memafaatkan irigasi sama seperti masyarakat hilir lainya secara adil, seperti di Kecamatan lain.

Baca Juga  Kejaksaan Negeri Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ganja

“Saya menyarankan; Pemkab dan DPRK Aceh Besar harus merespon cepat keluhan masyarakat, puluhan tahun sudah bercocok tanam, irigasi berdekatan dengan daerah persawahan, tapi para petani disekitar daerah tersebut tidak merasakan mamfaatnya Irigasi. Padahal bendungan ada di wilayah Seulimeum dan petani mengeluhmengeluh,” pungkasnya. (*)

Foto | Waduk Keliling, Aceh Besar.

Komentar

News Feed