oleh

Pos penyekatan Jembatan Ditiadakan Di Suramadu

Surabaya – Pos penyekatan tes usap antigen di Jembatan Suramadu, baik di sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya ditiadakan menyusul hasil analisa dan evaluasi yang digelar pihak terkait, termasuk Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur.

”Penyekatan di Suramadu sudah 14 hari, dari hasil analisa dan evaluasi sudah ada penurunan masyarakat yang positif COVID-19. Maka, kami melakukan relaksasi ini,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Surabaya, Rabu.

Sebagai gantinya, kata dia, masyarakat yang melintas di Jembatan Suramadu diwajibkan membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Baca Juga  Dirjen PFM Saksikan Uji Coba Aplikasi PoS milik PT Pos Indonesia

”Untuk masyarakat dari Madura kami berharap membawa SIKM yang bisa didapatkan di kecamatan maupun kelurahan RT/RW. Kami akan fokuskan pada pengecekan secara acak terhadap SIKM. Fokus di Bangkalan,” ucapnya.

Perwira menengah Polri dengan tiga melati itu menegaskan pihaknya kini fokus menangani penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyekatan di delapan desa di lima kecamatan yang ada di Bangkalan, serta penyekatan di Sampang.

Baca Juga  Plt Kadisdik Aceh Tinjau Sekolah di Banda Aceh yang Uji Coba Belajar Tatap Muka

“Di Suramadu tidak ada pemeriksaan SIKM, digeser ke penyekatan yang ada di delapan desa lima kecamatan zona merah dan penyekatan di Sampang, Bangkalan dan daerah lain di Madura,” tuturnya.

Delapan desa/kelurahan lokasi PPKM mikro itu meliputi Kelurahan Kraton, Pejagan, dan Bancaran, yang ketiganya berada di Kecamatan Bangkalan.

Selanjutnya, Desa Arosbaya dan Tengket (Kecamatan Arosbaya), Desa Moarah (Kecamatan Klampis), Desa Kombangan (Kecamatan Geger), serta Kelurahan Tunjung (Kecamatan Burneh).

Selain itu, ada sejumlah petugas gabungan yang akan bekerja sama dalam penanganan Covid-19 di Bangkalan.

Baca Juga  Pasien COVID-19 Sembuh dan Kasus Konfirmasi Baru Berimbang

“Ada petugas gabungan dari TNI dan pemerintah. Ada juga dari Polda, Kodam V/Brawijaya. Ada pasukan Brimob yang membantu penyekatan, lalu petugas lainnya ada yang membagi sembako dan bantuan. Kemudian, ada petugas yang ikut mengawasi proses vaksinasi,” katanya.

Dari seluruh upaya ini, Gatot berharap penyebaran Covid-19 di delapan desa berzona merah yang ada di lima kecamatan Bangkalan bisa segera diatasi.

(*/cr3)

Sumber: antaranews.com

Komentar

News Feed