Pemerintah Aceh menargetkan pembangunan rumah sakit regional Cut Nyak Dhien Meulaboh rampung pada tahun 2023.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif kepada Wakil Ketua III, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin dan sejumlah anggota DPRA dari komisi V yakni Tarmizi, Nora Indah Nita, Muslim, Sofian Puteh dan Asib Amin, yang melakukan kunjungan kerja ke rumah sakit regional Meulaboh pada Sabtu, (26/6).
“Kita dari DPRA komitmen, apalagi sudah disampaikan Kadinkes yang mendampingi kita. Harapannya tahun 2022 proses penganggaran bisa kita finalkan untuk rumah sakit regional agar bisa fungsional pada tahun 2023,” kata Wakil Ketua, DPRA Safaruddin, Minggu, (27/6) kepada AJNN.
Safaruddin mengatakan, pada tahun 2021 ini dalam lanjutan pembangunan rumah sakit itu Pemerintah Aceh telah menganggarkan anggaran sebesar Rp60 miliar.
Ditambahkan Safaruddin, penyelesaian rumah sakit tersebut dalam penganggaran tentunya atas pertimbangan dari Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan DPRA dalam penganggaran hingga selesainya target pembangunan rumah sakit regional itu pada tahun 2023 mendatang.
Kata dia, untuk proses pembangunan rumah sakit itu hingga tuntas dan fungsional pada tahun 2023, masih dibutuhkan anggaran tambahan yang diusulkan tahun 2022 sebesar Rp 120 miliar bahkan diperkirakan lebih
“Insyaallah kita komitmenlah menuntaskan kegiatan pembangunan rumah sakit regional Meulaboh dan rumah sakit regional lain di Aceh. Apalagi bicara otsus kita yang tahun depan tinggal 1 persen lagi,”
“Kita ingin coba tuntaskan pembangunan rumah sakit ini. Inilah buah tangan APBA dalam menuntaskan RPJM dan prioritas pembangunan yang ditetapkan pada pemerintah Irwandi-Nova,” kata politikus muda Partai Gerindra tersebut.
Kata dia, untuk capaian pembangunan rumah sakit itu sudah 70 persen. Ditambahkannya, untuk postur rumah sakit itu sangat representatif sebagai rumah sakit rujukan, bahkan ia yakin rumah sakit regional Meulaboh nantinya akan menjadi rumah sakit terbaik di Aceh.
“Postur bangunan yang kita lihat sudah sangat representatif sebagai rumah sakit rujukan. Dalam banyangan kita ini akan menjadi rumah sakit terbaik di Aceh,” ungkapnya.
Disamping itu, kata Safaruddin, pihaknya juga meminta komitmen dari pemerintah kabupaten setempat untuk mempersiapkan segala sarana pendukung rumah sakit seperti tenaga medis, dokter, termasuk akses jalan yang luas untuk masuk ke rumah sakit dan air.
“Kalau rumah sakitnya sudah bagus dan besar, kalau tidak didukung oleh akses jalan yang baik, sayang juga,” kata Safaruddin lagi.
Sementara itu ketua komisi IV DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, memberikan apresiasi atas kunjungan kerja DPRA dan unsur Pemerintah Aceh dalam meninjau lokasi proyek pembangunan Rumah Sakit Regional Cut Nyak Dhie Meulaboh.
Menurutnya, kondisi rumah sakit lama saat ini sudah kurang layak, baik dari aspek fasilitas maupun tenaga medisnya, untuk itu kehadiran rumah sakit regional yang representatif sudah sangat dibutuhkan.
“Selama ini pasien banyak yang masih harus dirujuk ke Banda Aceh, bayangkan dengan kondisi sedang sakit namun harus menempuh jarak cukup jauh dan melintasi pergunungan untuk sampai ke rumah sakit rujukan, maka sering kita dengar pasien meninggal dunia dalam perjalanan, kondisi ini sangat memprihatinkan akibat tidak adanya rumah sakit yang memiliki standar paling tidak hampir sama dengan RSZA” Sebut Ahmad Yani.
Maka untuk itu, Ahmad Yani sangat berharap pada Tahun Anggaran 2022 Pemerintah Aceh bersama dengan DPRA dapat mengalokasikan anggaran secara maksimal guna menuntaskan pembangunan rumah sakit tersebut, sehingga pada tahun 2023 sudah bisa fungsional. Ucapnya.
Disinggung terkait dengan perlunya fasilitas penunjang dan pendukung yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah Aceh Barat, Ahmad Yani menyampaikan DPRK Aceh Barat akan segera melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah untuk memperjuangkan pengalokasian anggaran guna penyelesaian fasilitas yang dibutuhkan tersebut pada APBK Tahun Anggaran 2022.
“Insyaallah, kita DPRK sangat berkomitmen untuk mendukung penyelesai fasilitas tersebut, kita harapkan pada tahun 2023 disamping rumah sakitnya sudah fungsional, tentunya fasilitas penunjang dan pendukung juga sudah siap” Tutup Ahmad Yani. (*/cr4)
Sumber: ajnn.net











Komentar