oleh

Warga Tiro Gunakan Jasa “Orang Pintar” Giring Gajah Liar

SIGLI – Dua ekor gajah Sumatera yang selama ini mengobrak-abrik kebun warga di kawasan hutan Truseb, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Aceh, berhasil digiring ke habitatnya (hutan).

Penggiringan dua ekor satwa liar dilindungi itu dilakukan dengan cara tidak lazim, menggunakan jasa “orang pintar”. Usaha penggiringan dua ekor gajah Sumatera itu pun diklaim berhasil. Terbukti, sejak Senin pagi (16/11/2020), dua ekor gajah liar yang selama ini berada di kawasan hutan Truseb sudah tidak terlihat lagi.

“Kami meminta bantuan pada seseorang yang mengusai ilmu kebatinan untuk menggiring dua ekor gajah liar itu kehabitatnya. Dan Alhamdulillah usaha ini berhasil,” kata Baktiar, Keuchik Gampong Pulo Mesjid, Kecamatan Tiro/Truseb.

Kata dia, dua ekor gajah liar itu selama ini bersembunyi di kawasan hutan Truseb. Mereka merusak tanaman yang ada di dalam kebun warga, seperti pinang, kelapa dan jenis tanaman lainnya.

BACA JUGA:  Satgas Aceh, Zonasi Risiko Covid-19 Kian Kuning

Gajah Masih Mengganggu

Sementara warga Bengga, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie dan sekitarnya, Senin malam (16/11/2020), mengaku puluhan kawanan gajah liar masih mengganggu tanaman dalam kebun milik mereka.

Anggota DPRK Pidie, Muhammad Bengga, melaporkan kawanan gajah liar itu sebelumnya digiring oleh petugas BKSDA dari kawasan hutan Dodok, Kecamatan Tangse menuju hutan Seukeuk.

BACA JUGA:  Peringatan Tsunami Aceh, Gubernur Nova Ucapkan “Thanks You” kepada 53 Negara

Saat ini puluhan ekor gajah itu masih bertahan di kawasan hutan Sekeuk. Kawanan gajah liar itu terus keluar masuk kebun warga dan dilaporkan merusak tanaman.

Laporan lain menyebutkan, petugas BKSDA telah menghentikan aktifitas penggiringan kawanan gajah liar dimaksud. “Petugas BKSDA menghentikan penggiringan kawanan gajah dari Dodok ke Seukkeuk, karena batas waktunya hanya lima hari saja,” kata Muhammad Bengga. (b06)

Komentar

News Feed