oleh

Akhirnya, KONI Aceh Tetapkan 36 Cabor PORA Pidie dan 9 Anggota Baru

Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf (tengah) didampingi Ketua Harian, Kamaruddin Abubakar (kanan), Sekretaris Umum, M Nasir Syamaun, SIP, M.PA (kiri) ketika membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Aceh secara virtual di Sekretariat KONI Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/12/2020). Foto : Istimewa. 

aceh.siberindo.co Banda Aceh – Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Aceh berhasil menetapkan dan mensahkan 36 cabang olahraga untuk dipertandingkan di Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV/2022 di Pidie.

Rapat anggota tahunan yang berlangsung secara virtual ini dibuka Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf di Sekretariat KONI Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/12/2020), juga menetapkan dan mensahkan diterimanya 9 cabang olahraga sebagai anggota baru KONI Aceh.

Muzakir Manaf berharap RAT KONI Aceh dapat menghasilkan program-program menyongsong dan menyukseskan pelaksanaan PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.

Selain itu, sebutnya, persiapan Aceh untuk meraih prestasi terbaik PON XX/2021 di Papua.

Kecuali itu, harap Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem ini, persiapan pelaksanaan PORA XIV/2022 di Pidie dapat berjalan baik, menyongsong Aceh tuan rumah PON XXI/2024. PORA Pidie bisa sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

Berikut 36 cabang olahraga (cabor) PORA XIV/2022 yaitu atletik, anggar, angkat besi, arung jeram, balap sepeda, balap motor, bulutangkis, bola voli, catur, dayung, drum band, futsal, karate, kempo, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencat silat, renang, sepakbola, sepak takraw, tarung derajat, taekwondo, tenis meja, tenis lapangan, tinju dan basket, petanque, sepatu roda, bridge, wushu, layar, angkat berat, binaraga.

BACA JUGA:  KONI Pertimbangkan Usulan PSSI Aceh, 10 Tim PORA

Berikut 9 cabang olahraga anggota baru KONI Aceh yaitu Pengurus Provinsi :(Pengprov ) Pabsi (angkat besi) Aceh, Pabersi (angkat berat), PBFI (binaraga), ESI (esport), Hapkido Indonesia, PBI (boling) KBI (kick boxing Indonesia) dan Pengprov Pergatsi (geteball).

Seperti diketahui, sebelumnya angkat besi, angkat berat dan binaraga di bawah satu naungan Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) dan saat ini telah mekar menjadi tiga induk cabang olahraga masing-masing.

Merujuk PON Aceh-Sumut

Rapat anggota KONI Aceh ini diikuti 63 Pengprov cabang olahraga (sudah termasuk 9 cabor baru), 5 pengurus badan olahraga fungsional, 23 KONI kabupaten/kota.

Jalannya RAT yang dipimpin langsung Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun,SIP, MPA, selain menetapkan cabor PORA dan anggota baru juga membahas sampai hal tehnis pelaksanaan pertandingan, persiapan, kesiapan Pra PORA dan PORA Pidie.

M Nasir mengatakan, cabor yang dipertandingkan di PORA Pidie juga merujuk cabor yang dipertandingkan pada PON XXI/2024 Aceh – Sumut.

BACA JUGA:  Rugby Putra - Putri Aceh Target Final PON Papua

Begitu juga, sebutnya, menyangkut umur atlet yang bertanding di PORA menurut cabor masing-masing yang sesuai dengan ketentuan di PON. “Misalnya sepakbola, para atlet berusia di bawah 23 tahun,” katanya.

Kecuali itu, kata M Nasir, 9 cabor baru yang telah diterima sebagai anggota KONI Aceh, beberapa diataranya sebagai cabor yang dipertandingkan di PON Aceh – Sumut yaitu angkat besi, angkat berat, binaraga, boling, bola tangan dan gateball.

Delapan Cabor Baru PORA

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Cabor PORA XIV/2022 Pidie, Teuku Rayuan Sukma menyebutkan, 36 cabor PORA tersebut sebelumnya telah dilakukan penyaringan dan verifikasi.

“Ke-36 cabor PORA Pidie tersebut, 28 diantaranya cabor yang dipertandingkan di PORA XIII/2018 Aceh Besar ( PORA XIII mempertandingkan 29 cabor. Cabor selam tidak dipertandingkan di Pidie), ditambah 8 cabor baru yaitu petanque, wushu, bridge, sepatu roda, layar, senam, angkat berat dan binaraga,” jelas Rayuan yang juga Wakil Ketua Umum III Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Aceh ini.

Rayuan menyebutkan, setelah ditetapkan dan disahkan di RAT, masing-masing cabor akan melaksanakan prakualifikasi PORA (PRA PORA) pada 2021.

“Diharapkan, Pra PORA cabor yang bukan ikut PON XX/2021 Papua dilaksanakan pada 2021 sebelum PON XX. Sedang cabor yang ikut PON Papua, Pra PORAnya digelar usai multi event olahraga empat tahunan di tanah air itu,” sebutnya.

BACA JUGA:  Arsitek Timnas, Fachri Husaini Tangani Tim PON Aceh

Dijelaskannya, proses penjaringan, penyaringan dan verifikasi yang berlangsung selama tiga hari, 9 – 11 Desember 2020, meliputi keaktifan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga, memiliki minimal 12 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot), penyebaran atlet atau keaktifan jalannya pembinaan di kepengurusan kabupaten/kota.

Sebutnya, syarat lainnya pada PORA nanti, nomor/kelas yang dipertandingkan di suatu cabor minimal diikuti atlet atau peserta dari lima kabupaten/kota. “Kita juga akan verifikasi kembali di lapangan saat pelaksanaan Pra PORA,” ujarnya.

Dari Pra PORA, katanya, 7 atlet atau peserta lolos PORA, ditambah satu dari tuan rumah Pidie, sehingga pada PORA ada 8 atlet/regu atau peserta yang bertanding.

Rayuan mengatakan, bagi cabor yang tidak dipertandingkan di PORA dapat melaksanakan kejuaraan provinsi (Kejurprov).

Bersama Majukan Olahraga Aceh

Meski secara virtual RAT KONI Aceh berlangsung lancar dan berakhir sore ditutup Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak.

Abu Razak mengajak semua pengurus olahraga untuk sama memajukan olahraga Aceh. “Tugas kita menghadapi PON Papua dan sebagai tuan rumah PON XXI/2024 Aceh – Sumut, untuk prestasi terbaik. Untuk itu kita menyiapkan atlet-atlet andal,” ujarnya. (Sudirman Mansyur).

Komentar

News Feed