oleh

Kejari Aceh Geledah Kantor Dinas Pengairan Aceh Terkait Kasus Korupsi Pembangunan Dermaga di Aceh Besar

Kejari Aceh Besar menggeledah kantor Dinas Pengairan Aceh. Penggeledahan dilakukan untuk mencari alat bukti tambahan terkait kasus korupsi pembangunan dermaga di Aceh Besar, dengan nilai Rp 13,3 miliar.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Besar Deddi Maryadi, melansir Antara, Rabu (13/10/2021).

“Penggeledahan untuk mencari alat bukti tambahan guna melengkapi berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi. Ada 14 dokumen yang disita,” katanya.

BACA JUGA:  Tradisi yang Sudah Jadi Hiburan, Waduk Seuneubok Dikeringkan untuk Mengairi Sawah Warga Panen Ikan

Ia mengatakan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu.

Mereka adalah MZ (55) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), TH (39) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan YR (41) selaku Direktur PT BYA, perusahaan kontraktor pelaksana.

“Ketiganya sudah dilakukan penahanan, karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatannya,” katanya.

BACA JUGA:  Bupati Aceh Selatan Lantik Kadis Kesehatan dan BKPSDM Aceh Selatan

Modus yang dilakukan tersangka dimulai dari perencanaan. Tersangka MZ dan YH memanipulasi data seolah-olah sesuai ketentuan. Padahal, dokumen yang dibuat tidak dengan sebenarnya.

“Karena dokumen yang dibuat tidak benar, maka terjadi kekurangan volume pekerjaan, sehingga merugikan keuangan negara berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh Rp 2,3 miliar,” tukasnya. (*/cr2)

Sumber: sumut.suara.com

BACA JUGA:  Meski MPU Sudah Memfatwa Haram, Game Online Berbau Judi Marak di Aceh

Komentar

News Feed